AS dan Israel Serang Fasilitas Gas Iran, Harga Minyak Melonjak
Gambar atau konten salah?
Amerika Serikat dan Israel dilaporkan telah menyerang fasilitas gas utama Iran yang terletak di South Pars pada Rabu, 18 Maret 2026. Serangan ini membuat harga minyak dunia mengalami lonjakan yang signifikan. Menurut laporan dari televisi pemerintah Iran, serangan ini menghancurkan fasilitas yang menyuplai sekitar 70% dari kebutuhan gas domestik Iran.
Televisi pemerintah Iran melaporkan, "Beberapa saat yang lalu, fasilitas gas di Zona Ekonomi Khusus Energi South Pars di Asaluyeh terkena roket yang ditembakkan oleh musuh Amerika-Zionis." Setelah peristiwa ini, Korps Garda Revolusi Islam Iran memperingatkan akan menghancurkan sektor energi negara-negara sekutu AS di Teluk, termasuk Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab, jika serangan serupa terjadi lagi.
Harga minyak mentah global pun meroket setelah kejadian ini. Minyak mentah Brent, yang menjadi patokan global, naik sebesar 5% menjadi US$ 108,66 per barel. Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) dari AS juga meningkat sebesar 2,5% menjadi US$ 98,65 per barel. Perbedaan harga antara WTI dan Brent mencapai level tertinggi sejak Mei 2019, akibat kekhawatiran akan konflik yang berkepanjangan.
Presiden AS, Donald Trump, memberikan tanggapan terkait serangan ini. Ia menyatakan bahwa Amerika Serikat tidak mengetahui rencana serangan Israel sebelumnya dan menegaskan bahwa Qatar tidak terlibat. Dalam pernyataannya di X, Trump menulis, "Israel telah menyerang fasilitas besar South Pars Gas Field di Iran." Ia juga menambahkan, "Jika Iran menyerang Qatar yang tidak bersalah, maka Amerika Serikat, dengan atau tanpa bantuan Israel, akan menghancurkan seluruh ladang gas South Pars dengan kekuatan yang belum pernah terlihat Iran sebelumnya."
Serangan ini menciptakan ketegangan baru di kawasan, mengingat dampaknya terhadap harga energi global dan stabilitas politik di Timur Tengah.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
BGN Digeledah, Pimpinan Baru Fokus Perbaikan Tata Kelola
AS Pasang Tarif 10‑12,5% ke Barang Indonesia dan 59 Negara
Grab Tegaskan Tidak Keluar Indonesia, Tetap Komitmen Lanjut
SKK Migas Catat 1,500 BOPD Saat Ini, Target 20,000 BOPD
Produksi Minyak Nasional 576k BOPD, Masih Di Bawah Target
BBM Subsidi Tetap Stabil, Harga Tidak Naik Meski Minyak Naik
Berita Terbaru
Kebakaran 4 Ha di Bangka Barat Padam dalam 1 Jam pada 3 Juni
Khutbah Jumat Akhir Tahun: Refleksi dan Muhasabah 1447 H
Curacao masuk Piala Dunia 2026, Chong satu pemain asli
Beasiswa AGRTPS 2026: 5 Slot Buka, Pendaftaran Hingga 18 Juni
BGN Digeledah, Pimpinan Baru Fokus Perbaikan Tata Kelola
AS Pasang Tarif 10‑12,5% ke Barang Indonesia dan 59 Negara
