AS Pelepasan Sanksi Minyak Iran 30 Hari, Pasokan Global
Gambar atau konten salah?
Jakarta – Pemerintah Amerika Serikat mengumumkan pelonggaran sanksi pembelian minyak Iran selama 30 hari ke depan. Keputusan ini diambil saat harga minyak dunia melonjak akibat konflik di Timur Tengah.
Dengan kebijakan tersebut, sekitar 140 juta barel minyak Iran dapat masuk ke pasar global. Tambahan pasokan ini diharapkan menambah suplai energi dunia dan menekan kenaikan harga lebih jauh.
Sejak Revolusi Iran pada 1979, AS bersama sekutunya telah memberlakukan sanksi ekonomi berupa pemblokiran impor dan penjualan minyak Iran di pasar global. Pada Sabtu, 21 Maret 2026, AS mengumumkan pelonggaran ini.
Setelah harga minyak melewati US$ 100 per barel setelah serangan militer AS dan Israel ke Iran tiga pekan lalu, AS memberikan kelonggaran khusus bagi negara-negara tertentu.
Ini merupakan ketiga kali AS memberi kelonggaran sanksi lebih dari dua pekan terhadap negara yang dianggap lawan. Sebelumnya, AS juga memberi kelonggaran pada minyak Rusia akibat konflik di Timur Tengah.
“Pada intinya, kami akan menggunakan minyak mentah Iran untuk melawan Teheran guna menekan harga seiring kami melanjutkan Operasi Epic Fury,” ujar Menteri Keuangan AS Scott Bessent. Pernyataan ini diambil pada Sabtu, 21 Maret 2026.
Menurut Bessent, pelepasan minyak Iran akan membantu menjaga harga energi tetap rendah selama 10 hingga 14 hari ke depan. Belum jelas apakah minyak tersebut benar-benar akan masuk ke pasar domestik AS.
Negara-negara yang dianggap ‘musuh’ seperti Kuba, Korea Utara, dan Krimea tetap dilarang membeli minyak Iran dan tidak termasuk dalam pelonggaran sementara ini.
Menteri Energi AS Chris Wright mengatakan pasokan minyak Iran dapat tiba di kawasan Asia dalam tiga hingga empat hari ke depan, lalu masuk pasar setelah proses penyulingan dalam satu hingga satu setengah bulan.
Pelonggaran ini menambah pasokan minyak global dan menekan harga sementara, namun negara-negara yang dianggap musuh tetap terlarang membeli minyak Iran.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Pajak 0% 50 Tahun untuk Investor PFII
Indonesia Kejar Rp 51.000 Triliun Dana Family Office Global
PFII Ditarget Beroperasi Tahun Ini, PP Masih Digodok
Pemerintah: Belum Ada Rencana Revisi Anggaran Pertahanan
Anggaran MBG Dipangkas, BGN Klaim Tak Lagi Rp 268 T
PHK Naik 32.389, Menkeu: Itu Siklus Wajar
