Ayah Tanam Pohon Balas Dendam, Menutup Cahaya Tetangga
Gambar atau konten salah?
Renovasi rumah biasanya memicu kebisingan dan gangguan bagi lingkungan. Karena itu, banyak pemilik rumah di seluruh dunia, termasuk di Inggris, biasanya memberi tahu tetangga atau meminta izin sebelum memulai proyek. Namun, tidak semua rencana mendapat persetujuan.
Di sebuah rumah di Inggris, ayah dari seorang anak memohon izin perencanaan untuk memperluas rumahnya. Tetangga menolak permohonan tersebut dengan alasan bahwa bangunan baru akan menghalangi sinar matahari ke properti mereka. "Ketika saya masih muda, ayah saya mengajukan permohonan izin perencanaan untuk membangun perluasan rumah, tetapi ditolak oleh tetangga dengan alasan akan menghalangi sinar matahari ke properti mereka," ungkap sang anak, identitasnya tidak disebutkan.
Penolakan itu membuat rencana renovasi yang sudah matang-matang gagal terlaksana. Alih‑alih mengekspresikan kekecewaannya secara terbuka, ayah tersebut merencanakan balasan yang perlahan dan hampir tak disadari siapa pun. Ia mulai menanam sejumlah pohon kecil di halaman rumahnya.
Dia menanam selusin pohon kecil. "Jadi ayah saya menanam selusin pohon kecil. Saya tidak tahu apa namanya, tetapi bentuknya seperti pohon Natal dan tumbuh sangat tinggi - saya rasa itu sejenis pohon pinus," ujar anak itu. Pada awalnya, pohon‑pohon tersebut tampak biasa saja, sehingga tidak menimbulkan kecurigaan dari tetangga.
Seiring berjalannya waktu, pohon‑pohon itu tumbuh semakin tinggi hingga melampaui atap rumah. Pada titik itu, “balas dendam” ayah mulai terasa. Deretan pohon besar tersebut perlahan menutupi cahaya matahari yang masuk ke rumah tetangganya. "Setelah beberapa tahun, pohon-pohon itu akan tumbuh lebih tinggi dari rumah kami dan sepenuhnya menghalangi sinar matahari yang masuk ke properti tetangga kami," ucapnya.
Menariknya, tetangga mereka tidak pernah memprotes penanaman pohon tersebut. Dari luar, tindakan itu tampak seperti aktivitas berkebun biasa. "Situasinya begitu remeh sehingga saya rasa para tetangga pun tidak menyadarinya karena mereka tidak pernah mengatakan sepatah kata pun tentang hal itu," pungkasnya.
Walaupun terdengar kreatif dan unik, tindakan tersebut tetap memiliki risiko. Pohon yang tumbuh terlalu besar bisa roboh sewaktu‑waktu, membahayakan rumah sendiri maupun lingkungan sekitar.
Contoh ini menunjukkan bagaimana keputusan kecil—seperti menanam pohon—bisa berkembang menjadi bentuk balas dendam yang tidak terduga. Ia menyoroti pentingnya komunikasi yang jelas dengan tetangga dan mempertimbangkan konsekuensi jangka panjang dari setiap tindakan yang tampak sepele.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Gempa M 2,9 di Cianjur, Tidak Kerusakan di Jawa Barat
Warga Cimahi Solusi Air Tanpa PDAM: Water Harvesting Berhasil
Jadwal Sholat 14 Juni 2026 Bandung: Subuh, Zuhur, Maghrib
Jadwal Sholat Minggu, 14 Juni 2026: Cirebon dan Sekitarnya
Unpas Gelombang Kedua Wisuda, 1.075 Lulusan dan Kerja Sama
Jembatan Kebon Waru Berkarat, Warga Panggil Perbaikan Segera
Berita Terbaru
Gempa M 2,9 di Cianjur, Tidak Kerusakan di Jawa Barat
Kopi Brasil: Dari Buket Bunga hingga Ekspor Terbesar Dunia
Tradisi Minum Susu Putih di 1 Muharram: Makna dan Asal‑usul
Olivia Rodrigo Ungkap Tuli 60% di Telinga Kiri Seumur Hidup
Brasil dan Maroko Imbang 1-1 di MetLife, Grup C Satu Poin
Transmart Full Day Sale 14 Juni: Diskon Bank Mega 20% + 50%
Dusun Pentil: Sejarah Nama, Pasar, dan Tradisi Nazar
Kopi Selai Kacang: Minuman Sehat, Creamy, Mudah Dibuat
