Bahlil: Impor Bensin 50%, RDMP Balikpapan Jadi Solusi

Sari D. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 62 dibaca
Bisik.id
Bahlil: Impor Bensin 50%, RDMP Balikpapan Jadi Solusi

Gambar atau konten salah?

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa konsumsi bensin di Indonesia saat ini mencapai 39‑40 juta kiloliter. Dari total tersebut, sekitar 20 juta kiloliter—atau setengahnya—masih diimpor.

Ia menambahkan bahwa proyek RDMP Balikpapan sedang dikembangkan. Produksi bensin di fasilitas tersebut berada di kisaran 14,3 juta kiloliter. Setelah kapasitas tambahan di RDMP Balikpapan, produksi akan bertambah sekitar 5,6‑5,7 juta kiloliter.

Dengan penambahan tersebut, total produksi domestik akan naik menjadi sekitar 20 juta kiloliter. “Berarti impor kita tinggal 50%. Nah jadi 50% itu kita impor dari mana? Dari negara‑negara di kawasan Asia Tenggara,” ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, 17 April 2026.

Bahlil menjelaskan bahwa setengah impor bensin berasal dari negara‑negara di Asia Tenggara, bukan dari Timur Tengah, Afrika, Amerika, maupun Rusia. Ia menegaskan, “Jadi tidak ada kita impor BBM jadi dari Middle East ataupun negara Afrika ataupun Amerika ataupun negara lain, enggak ada. Itu harus clear dulu ya.”

Menanggapi pertanyaan apakah Indonesia juga membeli BBM selain minyak dan LPG dari Rusia, ia menegaskan, “Jadi tidak ada kita impor BBM jadi dari Middle East ataupun negara Afrika ataupun Amerika ataupun negara lain, enggak ada.”

Untuk BBM jenis solar, Bahlil mengatakan Indonesia sudah mampu memproduksi di dalam negeri, khususnya solar CN48 yang banyak dipakai kendaraan. Ia menambahkan, “Solar CN48 yang sering dipakai di pasar‑pasar yang sekarang mobil apa segala macam itu, CN48 itu kan kita sudah bisa produksi dalam negeri. Apalagi dengan B50 besok, B50 itu berarti kita akan surplus ya.”

Dengan penerapan B50 mulai bulan Juli, Bahlil yakin Indonesia akan mengalami surplus solar. Ia menegaskan, “Mulai bulan Juli itu penerapan B50 pasti surplus ya.”

Kesimpulannya, kebijakan pengembangan RDMP Balikpapan dan produksi domestik solar menunjukkan langkah strategis Indonesia untuk mengurangi ketergantungan impor bensin, sambil mempersiapkan transisi ke B50 yang akan meningkatkan cadangan solar.

BensinImporRDMP BalikpapanB50Solar CN48SurplusAsia Tenggara

Komentar

Memuat komentar...