Bandara Teruel Jadi Tempat Parkir Pesawat Tengah Konflik

Putri N. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 49 dibaca
Bisik.id
Bandara Teruel Jadi Tempat Parkir Pesawat Tengah Konflik

Gambar atau konten salah?

Teruel Airport di Aragon, Spanyol Timur, kembali menjadi tempat perlindungan bagi pesawat karena ketegangan di Timur Tengah. Konflik yang menutup wilayah udara dan mengganggu rute penerbangan membuat maskapai mencari tempat aman untuk menempatkan pesawat mereka. Bandara kecil ini, yang terletak di pedesaan, menjadi pilihan karena jaraknya cukup jauh dari pusat kota dan tidak melayani penumpang.

Selama pandemi Covid‑19, Teruel Airport pernah menampung sekitar 140 pesawat selama dua tahun. Pada Selasa, 24 Maret 2026, bandara tersebut kembali beroperasi normal dengan rata‑rata hanya dua pesawat per hari. Namun, situasi di Timur Tengah membuat maskapai kembali memanfaatkan fasilitas ini sebagai tempat parkir sementara.

Menjelang akhir pekan, khususnya pada hari Jumat, tercatat sekitar 10 pesawat berbadan lebar dijadwalkan tiba di bandara tersebut. Sebagian besar milik Qatar Airways, termasuk Airbus A380, A350 dan Boeing 787. Hingga hari Sabtu, jumlah pesawat yang diperkirakan datang mencapai sekitar 20 unit, menandakan bahwa Teruel kembali berperan sebagai tempat perlindungan bagi pesawat yang terdampak gangguan penerbangan global.

Ini tidak wajar,” kata Alejandro Ibrahim, manajer umum Bandara Teruel. “Perusahaan‑perusahaan sedang merevisi armada dan rute mereka dan mencari tempat yang lebih aman untuk memarkir pesawat mereka, dan Eropa memenuhi kriteria tersebut,” tambahnya. Hanya beberapa orang, terutama pilot dan awak pesawat, yang terlihat meninggalkan bandara industri tersebut, yang terletak 300 km (185 mil) dari Madrid, pada hari Jumat pagi.

Bandara ini memiliki kapasitas untuk 250 pesawat berbadan lebar dan hingga 400 pesawat berbadan sempit. “Kami telah bertindak sebagai tempat perlindungan dan mendukung transportasi udara global. Karena Bandara Teruel tidak menangani penumpang, pesawat dapat terparkir tanpa masalah di landasan,” jelas Ibrahim. Operator Teruel Airport menyatakan bahwa mereka tidak dapat memastikan berapa banyak pesawat tambahan yang akan tiba selama konflik berlangsung, karena situasi sangat bergantung pada perkembangan kondisi dan keputusan masing-masing maskapai.

Beberapa maskapai dari Timur Tengah yang rutin melayani rute ke Eropa memang termasuk di antara klien tetap bandara tersebut, tetapi pergerakan pesawat saat ini bersifat tidak pasti. “Kami bekerja dari minggu ke minggu karena tidak ada kepastian dan itu sangat bergantung pada perusahaan… bagaimana semua ini dapat berkembang dalam beberapa bulan mendatang,” kata Ibrahim. Operator menjelaskan bahwa fokus utama bisnis bandara adalah layanan perawatan pesawat dengan waktu pengerjaan cepat. “Yang lebih disukai untuk bisnis adalah kontrak perawatan dengan waktu penyelesaian cepat yang merupakan pekerjaan rutin bandara,” tambahnya.

Dia juga menegaskan harapannya agar situasi segera membaik. “Yang kami inginkan adalah (konflik) berakhir, karena bisnis penting kami adalah perawatan pesawat. Semakin banyak pesawat terbang, semakin besar aktivitas bandara kami,” ujarnya. Dengan demikian, Teruel Airport tetap menjadi titik penting bagi industri penerbangan yang mencari tempat aman dan layanan perawatan di tengah ketidakpastian global.

Teruel AirportKonflik Timur TengahMaskapai PenerbanganQatar AirwaysAirbus A380Perawatan Pesawat

Komentar

Memuat komentar...