Bank Aladin Teken SIPA dengan BSI, OCBC Syariah & Maybank Syariah

Sigit W. · 3 min baca · 43 menit lalu · 23 dibaca
Bisik.id
Bank Aladin Teken SIPA dengan BSI, OCBC Syariah & Maybank Syariah

Gambar atau konten salah?

PT Bank Aladin Syariah Tbk resmi memperkuat pengelolaan likuiditas mereka. Langkah ini diwujudkan dengan menandatangani perjanjian transaksi Sertifikat Pengelolaan Dana berdasarkan Prinsip Syariah Antarbank, atau yang lebih dikenal dengan singkatan SIPA. Kerja sama ini melibatkan tiga bank syariah besar lainnya: Bank Syariah Indonesia (BSI), OCBC Syariah, dan Maybank Syariah.

Pengumuman mengenai kolaborasi ini dilakukan di tengah gelaran Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026. Kehadiran skema SIPA dinilai menjadi salah satu instrumen penting. Fungsinya tidak main-main: memperkuat pengelolaan likuiditas sekaligus mengembangkan aktivitas Treasury perbankan. Perjanjian itu sendiri ditandatangani langsung oleh para petinggi bank. Dari Bank Aladin Syariah, hadir Presiden Direktur Koko Rachmadi. Sementara dari BSI diwakili oleh Treasury & Global Market Group Head Kemal Aditya. OCBC Syariah mengutus Direktur Andrae Krishnawan W, dan Maybank Syariah diwakili Direktur Romy H Buchari.

Ada detail menarik dalam kesepakatan ini. Transaksi SIPA antara Bank Aladin Syariah dengan BSI nantinya akan menggunakan mata uang dolar Amerika Serikat (AS). Sedangkan transaksi dengan OCBC Syariah dan Maybank Syariah, mata uang yang dipakai adalah rupiah (IDR). Dua mata uang sekaligus.

Presiden Direktur Bank Aladin Syariah, Koko Rachmadi, memberikan pernyataan tertulis pada Sabtu, 17 Oktober 2026. Ia menjelaskan, "Melalui kerja sama ini, Bank Aladin Syariah memperluas jaringan transaksi antarbank sekaligus menambah alternatif dalam mengoptimalkan pengelolaan likuiditas. Inisiatif tersebut merupakan bagian dari pengembangan aktivitas Treasury perseroan untuk mendukung pengelolaan dana yang lebih fleksibel dengan tetap memperhatikan prinsip syariah, manajemen risiko, dan prinsip kehati-hatian."

Koko menekankan bahwa memperkuat kemampuan mengelola likuiditas adalah bagian krusial. Terutama untuk membangun bisnis perbankan yang sehat. Apalagi bagi bank yang terus mengembangkan layanan berbasis digital seperti Bank Aladin Syariah. "Pertumbuhan perlu diiringi dengan pengelolaan likuiditas dan risiko yang prudent. Melalui kerja sama SIPA ini, kami memperluas pilihan dalam mengelola likuiditas sekaligus memperkuat sinergi dengan bank syariah lainnya. Kami percaya bahwa pertumbuhan yang berkelanjutan perlu dibangun di atas pengelolaan bisnis yang hati-hati dan terarah, agar kami dapat terus memberikan layanan yang terbaik serta menjaga kepercayaan nasabah," ujar Koko.

Apa sebenarnya SIPA itu? SIPA adalah instrumen transaksi antar bank yang dijalankan berdasarkan prinsip syariah. Tujuannya untuk mengoptimalkan pengelolaan likuiditas. Dengan menggandeng BSI, OCBC Syariah, dan Maybank Syariah, Bank Aladin Syariah kini punya jaringan mitra transaksi yang lebih luas. Mereka juga membuka alternatif pengelolaan likuiditas dalam dua mata uang sekaligus: rupiah dan dolar AS. Semua transaksi dilakukan berdasarkan kesepakatan para pihak. Mulai dari nilai, mata uang, jangka waktu, hingga imbal hasil atau ujrah sesuai struktur akad dan ketentuan yang berlaku.

Ini bukan langkah pertama Bank Aladin Syariah di instrumen SIPA. Sebelumnya, pada April 2026, mereka sudah menjalin kerja sama serupa dengan Bank Syariah Nasional (BSN) dan BCA Syariah. Jadi, kerja sama dengan BSI, OCBC Syariah, dan Maybank Syariah ini adalah kelanjutan dari strategi memperluas sinergi antar bank. Semua ini adalah bagian dari upaya perusahaan untuk memperkuat pengelolaan likuiditas yang terukur. Caranya dengan memanfaatkan instrumen pasar uang syariah. Tujuannya jelas: mendukung kelancaran operasional dan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

"Kami terus mengembangkan fleksibilitas pengelolaan likuiditas untuk mendukung kebutuhan bisnis. Dengan demikian, pertumbuhan Bank Aladin Syariah tidak hanya berorientasi pada skala, tetapi juga pada ketahanan dan keberlanjutan bisnis serta kualitas layanan bagi nasabah," ujar Koko menambahkan.

Kolaborasi antar bank melalui instrumen pasar uang syariah seperti ini punya peran lebih luas. Ia bisa memperluas aktivitas transaksi dan mendukung pengelolaan likuiditas secara keseluruhan. Pada akhirnya, hal ini turut memperkuat infrastruktur pasar keuangan syariah di Indonesia. Semakin banyak bank yang terlibat, semakin kokoh pula fondasi ekonomi syariah nasional.

Bank Aladin SyariahSIPAlikuiditasperbankan syariahtransaksi antarbankISEF 2026

Komentar

Memuat komentar...