Dolar AS Tembus Rp 18.000, BI Intervensi Pasar

Bambang W. · 2 min baca · 1 jam lalu · 23 dibaca
Bisik.id
Dolar AS Tembus Rp 18.000, BI Intervensi Pasar

Gambar atau konten salah?

Nilai tukar dolar Amerika Serikat kembali menunjukkan kekuatannya terhadap rupiah. Pada perdagangan Jumat, 16 Oktober 2026, dolar AS berhasil menekan rupiah hingga menyentuh level Rp 18.000 per dolar AS. Ini bukan angka kecil.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia, Erwin Gunawan Hutapea, menjelaskan penyebabnya. Menurut dia, dolar AS menguat karena ada arus modal yang keluar dari aset portofolio domestik. Sentimen global ikut mendorong penguatan dolar dan menekan pasar keuangan di dalam negeri.

Meski begitu, Erwin mengatakan pergerakan rupiah sebenarnya masih sejalan dengan mata uang negara-negara kawasan. Pelemahannya terbatas, hanya 0,28% secara quarter-to-date. Cadangan devisa Indonesia juga masih terjaga. Per akhir September 2026, cadangan devisa berada di angka US$ 146,3 miliar.

"Bank Indonesia berkomitmen untuk terus hadir di pasar guna menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah sesuai fundamentalnya dan memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik," kata Erwin dalam keterangannya pada Jumat, 16 Oktober 2026.

BI tidak tinggal diam. Intervensi dilakukan secara konsisten. Beberapa langkah yang diambil antara lain transaksi Non-Deliverable Forward di pasar offshore, transaksi spot, dan Domestic Non-Deliverable Forward di pasar domestik. BI juga membeli Surat Berharga Negara di pasar sekunder.

Likuiditas dijaga. Struktur suku bunga di pasar uang dikelola. BI juga terus berkoordinasi dan berkomunikasi secara intensif dengan korporasi, pelaku pasar, dan pihak-pihak terkait lainnya.

Berdasarkan data Bloomberg pada Jumat, 16 Oktober 2026, nilai tukar dolar AS berada di level Rp 18.054. Angka ini menguat 116 poin atau setara 0,65%.

Pergerakan dolar AS terhadap mata uang lain tidak seragam. Dolar AS menguat terhadap yen Jepang sebesar 0,02%, terhadap euro naik 0,04%, terhadap yuan China naik 0,02%, dan terhadap dolar Singapura menguat 0,05%. Namun, dolar AS melemah terhadap pound sterling dan dolar Australia. Masing-masing melemah 0,01%.

Tekanan terhadap rupiah ini terjadi di tengah upaya Bank Indonesia yang terus melakukan intervensi pasar. Pelemahan rupiah yang terbatas dibanding mata uang kawasan menunjukkan bahwa tekanan ini bukan hanya masalah domestik, melainkan juga dipengaruhi faktor global.

nilai tukar dolarrupiahBank Indonesiaintervensi pasarcadangan devisaarus modal

Komentar

Memuat komentar...