Bawang Bombay Bisa Turunkan Gula Darah Pada Diabetes

Rini S. · 3 min baca · 20 hari lalu · 47 dibaca
Bisik.id
Bawang Bombay Bisa Turunkan Gula Darah Pada Diabetes

Gambar atau konten salah?

Diabetes tipe 2 seringkali menampilkan fluktuasi kadar gula darah yang cukup drastis. Kondisi ini dapat menimbulkan kerusakan serius pada tubuh jika tidak terkendali. Baru-baru ini, sebuah penelitian menunjukkan bahwa beberapa jenis makanan, khususnya sayuran, dapat membantu mengelola kadar gula darah.

Penelitian ini dipresentasikan di San Diego oleh tim yang dipimpin oleh Dr. Anthony Ojieh, MBBS (MD), MSc, dari Delta State University di Abraka, Nigeria. Mereka memfokuskan pada ekstrak umbi bawang bombay, *Allium cepa*, dan menguji pengaruhnya pada tikus yang mengalami diabetes ketika diberikan bersamaan dengan obat anti-diabetes metformin.

“Bawang bombay murah dan mudah didapat serta telah dimanfaatkan sebagai suplemen nutrisi,” kata peneliti utama. “Bawang bombay berpotensi digunakan untuk mengobati pasien diabetes,” tambahnya.

Untuk menguji efeknya, peneliti memberikan metformin dan ekstrak bawang bombay pada tiga kelompok tikus diabetes, dengan dosis 200 mg, 400 mg, dan 600 mg per kg berat badan tiap hari. Selain itu, mereka juga memberi metformin dan ekstrak bawang kepada tiga kelompok tikus non-diabetes yang memiliki kadar gula darah normal. Dua kelompok kontrol—satu non-diabetes dan satu diabetes—tidak menerima metformin maupun ekstrak bawang. Dua kelompok lagi, satu diabetes dan satu non-diabetes, hanya menerima satu dosis metformin tanpa ekstrak bawang. Setiap kelompok terdiri dari lima tikus.

Hasilnya menunjukkan bahwa ekstrak bawang bombay pada dosis 400 mg dan 600 mg secara signifikan menurunkan kadar gula darah puasa pada tikus diabetes, masing-masing sebesar 50 persen dan 35 persen, dibandingkan dengan nilai awal. Namun, ekstrak tersebut menyebabkan peningkatan berat badan rata-rata pada tikus non-diabetes, meskipun tidak terjadi pada tikus diabetes.

“Bawang bombay tidak tinggi kalori,” jelas Ojieh. “Namun, tampaknya hal itu meningkatkan laju metabolisme dan, dengan demikian, meningkatkan nafsu makan, yang menyebabkan peningkatan konsumsi makanan.” Ia menekankan perlunya penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap mekanisme bagaimana bawang menurunkan glukosa darah.

Ekstrak bawang yang digunakan dalam penelitian dibuat dari umbi bawang yang tersedia di supermarket lokal. Jika ekstrak ini akan digunakan pada manusia, biasanya akan melalui proses pemurnian terlebih dahulu agar hanya kandungan aktifnya yang dihitung untuk menentukan dosis yang tepat.

Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, konsumsi gula, garam, dan lemak harus dibatasi hingga 50 gram per hari, setara dengan empat sendok makan. Olahraga fisik juga sangat penting. Disarankan untuk berolahraga tiga hingga lima kali seminggu, dengan durasi 30 hingga 45 menit per sesi. “Jika bisa paling tidak 150 menit sehari,” ujar Dr. Erpryta Nurdia Tetrasiwi, SpPD. Ia menambahkan, “Jangan ada jeda dua hari berturut-turut. Misalnya, hari ini olahraga, hari ini olahraga, besok istirahat sejenak, lalu besok olahraga lagi. Dan jangan lupa re-evaluasi secara berkala.”

Screening kesehatan juga penting untuk mengetahui apakah konsumsi gula berlebih sudah menimbulkan dampak. Saat mengetahui kadar gula darah, pola hidup yang sebelumnya mungkin tidak sehat bisa langsung diubah. “Kalau masalah gula, harus cek lab. Tidak hanya gula sewaktu, jadi harus diagnosis untuk diabetes melitus, paling tidak ada gula darah puasa, atau HbA1c, yang menunjukkan rata-rata kadar gula darah selama dua hingga tiga bulan terakhir,” kata Dr. Erpryta dalam acara Leaders Forum, Jumat (31 Oktober 2025).

Penelitian ini menyoroti potensi bawang bombay sebagai agen penurunan gula darah, namun juga menekankan perlunya penelitian lanjutan untuk memahami mekanisme dan keamanan penggunaannya pada manusia. Sementara itu, rekomendasi kesehatan nasional tetap menekankan kontrol asupan gula, garam, dan lemak, serta rutin berolahraga dan melakukan pemeriksaan laboratorium untuk memantau kondisi gula darah.

Diabetes tipe 2Bawang bombayEkstrak Allium cepaMetforminGula darahHbA1cOlahraga fisikScreening kesehatan

Komentar

Memuat komentar...