BBM Subsidi Tetap Hingga Desember 2026, Harga Minyak

Fajar H. · 1 min baca · 1 bulan lalu · 91 dibaca
Bisik.id
BBM Subsidi Tetap Hingga Desember 2026, Harga Minyak

Gambar atau konten salah?

Pemerintah Indonesia akan mempertahankan harga bahan bakar minyak subsidi, seperti Pertalite dan solar, hingga Desember 2026. Keputusan ini diikat pada harga minyak dunia yang tidak melebihi rata-rata US$ 97 per barel.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa kenaikan harga BBM nonsubsidi masih dalam tahap kajian. Ia menyatakan: “Itu masih dikaji. Setelah pengkajian selesai, pasti akan segera disampaikan ke publik,” ujar Airlangga dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta Pusat, Senin (6/4/2026).

Airlangga menambahkan bahwa kondisi harga minyak dunia menjadi penentu utama. Ia berkata: “Selama harga minyak tidak lebih dari US$ 97 per barel secara rata-rata, maka harga BBM ini bisa kita pertahankan sampai bulan Desember tahun ini,” tambah ia.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, menginformasikan bahwa pemerintah dan badan usaha swasta sedang berunding mengenai harga BBM nonsubsidi. Ia menjelaskan: “Menyangkut dengan harga BBM nonsubsidi ini, kita lagi melakukan pembahasan. Nah, pembahasan ini sudah barang tentu melibatkan juga adalah badan swasta lainnya. Dan sampai dengan sekarang, kita lagi mengatur dan mencari formulasi yang baik dan bijaksana,” kata Bahlil di Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Senin (6/4/2026).

Hingga saat ini, harga BBM nonsubsidi Pertamina maupun SPBU swasta belum mengalami perubahan. Pemerintah berjanji akan mengumumkan keputusan akhir setelah proses pengkajian selesai.

Secara keseluruhan, pemerintah menjaga stabilitas harga BBM subsidi sambil menunggu hasil evaluasi harga BBM nonsubsidi dan kondisi pasar minyak dunia.

Dengan demikian, pemerintah tetap menjaga harga BBM subsidi tetap stabil, sementara evaluasi harga BBM nonsubsidi sedang berlangsung, dan keputusan akhir akan diumumkan setelah proses pengkajian selesai.

Harga BBM subsidiPertaliteSolarUS$ 97 per barelAirlangga HartartoBahlil LahadaliaBBM nonsubsidiminyak dunia

Komentar

Memuat komentar...