BBM Vietnam Naik Dua Kali Lipat, Australia Kekurangan Stok

Putri N. · 3 min baca · 2 bulan lalu · 50 dibaca
Bisik.id
BBM Vietnam Naik Dua Kali Lipat, Australia Kekurangan Stok

Gambar atau konten salah?

Perang di Timur Tengah telah menimbulkan dampak luas pada pasar energi global, khususnya pasokan minyak. Dampak ini mulai dirasakan oleh beberapa negara, di antaranya Vietnam dan Australia.

Di Vietnam, harga bahan bakar jenis solar telah naik hingga dua kali lipat sejak pecahnya konflik. Data yang dirilis oleh Kementerian Perdagangan (Kemendag) Vietnam pada 25 Maret 2026 menunjukkan kenaikan tersebut.

Menurut Channel News Asia, harga solar melonjak sebesar 105 % sejak 26 Februari 2026, tepat dua hari sebelum Amerika Serikat (AS) dan Israel meluncurkan serangan ke Iran. Harga solar naik menjadi 39.660 dong per liter atau sekitar Rp 25.382 (asumsi kurs Rp 0,64) dibanding bulan lalu yang hanya 19.270 dong atau sekitar Rp 12.332.

Tak hanya solar, harga bensin jenis RON 95 juga melonjak hampir 68 % dari 20.150 dong menjadi 33.840 dong per liter pada periode yang sama.

Lonjakan harga minyak sejak awal konflik Iran melawan AS telah menyebabkan biaya bahan bakar melambung tinggi. Konflik tersebut juga memicu kekhawatiran akan terjadinya kelangkaan stok BBM di seluruh dunia.

Menanggapi situasi ini, Vietnam telah meminta bantuan pasokan bahan bakar dari beberapa negara, termasuk Qatar, Kuwait, Aljazair, dan Jepang. Sebagai langkah meringankan beban masyarakat, Kementerian Keuangan Vietnam telah mengusulkan pemotongan pajak perlindungan lingkungan untuk bensin dan solar sebesar 50 %. Selain itu, pada Senin lalu, Vietnam juga menandatangani kesepakatan dengan Rusia terkait produksi minyak dan gas.

Di Australia, ratusan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) mulai kehabisan stok bahan bakar minyak (BBM). Menurut The Guardian, Menteri Energi Chris Bowen menyampaikan 109 unit SPBU di Victoria telah kehabisan salah satu jenis bensin. Di Queensland, terdapat 47 unit SPBU yang kehabisan stok diesel dan 32 gerai kehabisan bensin jenis unleaded reguler. Sementara di New South Wales (NSW), sebanyak 37 SPBU dilaporkan stok BBM kosong.

Meskipun demikian, Bowen tidak membagikan data untuk wilayah Australia Barat, Northern Territory, Australia Selatan, atau Tasmania. Ia juga enggan merinci kapan tepatnya pemerintah menyadari ada enam pengiriman minyak yang gagal menuju Australia. Bowen hanya menyebut proses tersebut terjadi secara bertahap dan pembatalan pengiriman tidak terjadi dalam satu hari yang sama.

Bowen kembali menegaskan bahwa kebijakan kuota atau rasionalisasi BBM belum akan dilakukan dalam waktu dekat. Namun, pihaknya telah melakukan langkah antisipasi yang matang. "Langkah awal adalah pembatasan penggunaan oleh publik, kampanye informasi, dan imbauan kepada masyarakat untuk menghemat bahan bakar. Tindakan lebih lanjut baru akan dipertimbangkan setelah itu. Saya tegaskan, posisi kita masih jauh dari tahap tersebut," ujar Bowen.

Perdana Menteri Anthony Albanese telah merilis pernyataan bersama dengan Perdana Menteri Singapura, Lawrence Wong yang menegaskan kedua negara akan melanjutkan perdagangan energi. Singapura merupakan salah satu sumber utama impor minyak Australia.

Para ahli energi mulai khawatir negara-negara eksportir akan mulai menyimpan minyak untuk konsumsi domestik daripada mengekspornya. Kekhawatiran ini muncul setelah Malaysia pekan lalu menyatakan akan memprioritaskan kebutuhan dalam negeri.

Dalam kesepakatan tersebut, Australia dan Singapura sepakat untuk mendukung kelancaran arus barang penting, termasuk minyak bumi (seperti diesel) dan gas alam cair (LNG), serta saling berkonsultasi jika terjadi gangguan perdagangan energi.

Perubahan harga bahan bakar di Vietnam dan kekurangan stok di Australia menunjukkan betapa rapuhnya rantai pasokan energi global di tengah ketegangan geopolitik. Negara-negara terpengaruh harus menyesuaikan kebijakan fiskal dan logistik untuk menanggulangi fluktuasi harga serta memastikan ketersediaan BBM bagi masyarakat.

Konflik Iran-ASPasokan Minyak GlobalHarga BBM VietnamStok SPBU AustraliaKekurangan BBMKebijakan FiskalGeopolitik Energi

Komentar

Memuat komentar...