BEI Minta Klarifikasi Usulan MSCI, IHSG Anjlok 15%

Teguh A. · 2 min baca · 44 menit lalu · 26 dibaca
Bisik.id
BEI Minta Klarifikasi Usulan MSCI, IHSG Anjlok 15%

Gambar atau konten salah?

Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan berbagai pihak terkait terus memperkuat koordinasi. Tujuannya jelas: menjaga kepercayaan investor dan integritas pasar modal. Langkah ini muncul setelah MSCI mengumumkan usulan perubahan status pasar modal Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.

P.H. Sekretaris Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia, Valentina Simon, menegaskan bahwa pihak bursa menghormati independensi MSCI dalam penilaian tersebut. Namun, BEI berencana meminta klarifikasi lebih lanjut. Mereka ingin tahu dasar pertimbangan MSCI, mengingat berbagai reformasi pasar sudah dijalankan.

"Pengumuman MSCI masih berada dalam tahap konsultasi hingga 30 April 2027 dan belum merupakan keputusan final. Ke depan, BEI akan terus berkoordinasi dengan OJK dan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan perdagangan berlangsung secara teratur, wajar, dan efisien," tulis Valentina dalam rilis resminya, Sabtu 17 Oktober 2026.

Sebagai bagian dari respons, BEI bersama pemangku kepentingan lainnya menggelar konferensi pers di Gedung BEI pada Jumat 16 Oktober 2026. Sejumlah pejabat tinggi negara hingga otoritas keuangan hadir langsung. Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani, COO Danantara Indonesia Dony Oskaria, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Suyudi Ario Seto, serta Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hasan Fawzi turut hadir.

Direktur Pengembangan BEI Iding Pardi, Direktur Utama KPEI Antonius Herman Azwar, dan Direktur Utama KSEI Samsul Hidayat juga hadir. Dalam forum tersebut, OJK menegaskan komitmennya untuk memperkuat penegakan hukum di sektor pasar modal. Tujuannya menjaga integritas pasar.

Sepanjang pekan 12-16 Oktober 2026, dinamika pasar modal mayoritas berada di zona merah. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot tajam 14,91%. IHSG ditutup di level 5.185,105, turun dari posisi pekan sebelumnya di level 6.093,759.

Pada perdagangan Jumat 16 Oktober 2026 pukul 08.58 WIB, BEI sempat menghentikan sementara perdagangan (trading halt). Penyebabnya, IHSG anjlok hingga 8%.

Kapitalisasi pasar BEI ikut tergerus. Angkanya turun 14,43% menjadi Rp 9.157 triliun, dari pekan lalu yang berada di Rp 10.701 triliun.

Rata-rata volume transaksi harian BEI pekan ini berubah 5,22%. Volume transaksi menjadi 44,102 miliar lembar saham, dari sebelumnya 46,533 miliar lembar saham. Rata-rata nilai transaksi harian juga berubah 0,07% menjadi Rp 16,21 triliun, dari Rp 16,23 triliun pada pekan sebelumnya.

Rata-rata frekuensi transaksi harian justru meningkat 2,46%. Angkanya menjadi 1,72 juta kali transaksi, dari 1,67 juta kali transaksi pada pekan lalu. Investor asing hari ini mencatatkan nilai jual bersih Rp 3,34 triliun. Sepanjang tahun 2026, investor asing telah mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp 88,19 triliun.

Penurunan IHSG yang mencapai hampir 15% dalam sepekan menunjukkan tekanan signifikan di pasar modal. Meski BEI dan OJK berupaya menjaga stabilitas, aksi jual investor asing yang mencapai puluhan triliun rupiah turut memperberat koreksi pasar.

BEIOJKMSCIpasar modalIHSGinvestor asingintegritas pasar

Komentar

Memuat komentar...