Bekasi Timur: Tabrakan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek Korban

Andi B. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 55 dibaca
Bisik.id
Bekasi Timur: Tabrakan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek Korban

Gambar atau konten salah?

27 April 2026 – Sebuah kecelakaan tragis terjadi di Stasiun Bekasi Timur ketika kereta komuter KRL dan kereta api jarak jauh KA Argo Bromo Anggrek bertabrakan. Banyak korban meninggal dan terluka, sehingga insiden ini langsung menjadi perhatian serius.

Insiden ini memunculkan sorotan khusus pada sebuah taksi listrik asal Vietnam, Green SM. Sebelum tabrakan, satu unit taksi diduga berhenti di perlintasan dekat stasiun. KRL terpaksa berhenti, lalu ditabrak dari belakang oleh kereta jarak jauh.

Green SM Indonesia merupakan bagian dari Green and Smart Mobility (GSM), perusahaan mobilitas berbasis kendaraan listrik yang didirikan oleh miliarder Phạm Nhật Vượng, Chairman Vingroup. Perusahaan ini resmi berdiri pada 6 Maret 2026 dan awalnya fokus pada penyewaan kendaraan ramah lingkungan.

Menurut situs resmi, GSM beroperasi dalam dua layanan utama: pemesanan mobil listrik dan penyewaan mobil serta sepeda motor listrik. Investasinya mencapai 20.000 mobil dan 60.000 sepeda motor. "Kami menyediakan layanan perjalanan dengan kendaraan listrik, sekaligus menyewakan kendaraan kepada perusahaan transportasi untuk memenuhi kebutuhan akan opsi transportasi yang ramah lingkungan," tulis perusahaan.

Sejak 2 Desember 2024, Green SM mulai berekspansi di Indonesia, memfokuskan wilayah awal di Jabodetabek. Taksinya memiliki warna khas cyan dan sepenuhnya menggunakan mobil listrik VinFast. "Ini adalah generasi taksi tanpa aroma bensin, kebisingan mesin, baik untuk kesehatan pelanggan dan ramah lingkungan," jelas perusahaan.

Di sisi kebijakan, Dudy Purwagandhi, Menteri Perhubungan, membuka suara soal insiden tersebut. Ia menyatakan bahwa tabrakan diduga berawal dari mogoknya taksi Green SM di perlintasan kereta. Ia memerintahkan Aan Suhanan, Direktur Jenderal Perhubungan Darat, untuk menemui pihak Green SM.

Pertemuan tersebut dijadwalkan pada 28 April 2026 untuk membahas evaluasi. "Tadi saya sudah minta Dirjen Perhubungan Darat untuk bertemu dengan pengelola taksi hijau tersebut untuk melakukan evaluasi. Mudah-mudahan tadi kalo jadi hari ini mestinya," ujar Dudy di Stasiun Bekasi Timur pada hari itu.

Di media sosial, Green SM Indonesia mengeluarkan pernyataan resmi melalui akun Instagram @id.greensm. "Kami telah menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak berwenang, serta mendukung penuh proses investigasi yang sedang berlangsung," tulis mereka. Selanjutnya, "Kami akan terus memberikan perkembangan terbaru seiring dengan tersedianya informasi yang telah terverifikasi," tambahnya, menegaskan komitmen menjaga standar keselamatan dan meningkatkan layanan secara berkelanjutan.

Insiden ini menyoroti pentingnya koordinasi antara operator kereta api dan penyedia layanan taksi listrik. Selain itu, kejadian ini juga menandai pertumbuhan pesat taksi ramah lingkungan di Indonesia, yang kini menjadi bagian penting dalam upaya mengurangi emisi dan meningkatkan kualitas udara.

Kecelakaan Stasiun Bekasi TimurKereta KRLGreen SMTaksi ListrikEmisi UdaraKoordinasi Kereta dan TaksiInvestasi Kendaraan Listrik

Komentar

Memuat komentar...