Berjalan Terstruktur: Kunci Turun Berat Badan Efektif
Gambar atau konten salah?
Berusaha menurunkan berat badan menjadi tujuan banyak orang. Salah satu cara yang paling mudah diakses adalah dengan berolahraga, dan di antara berbagai pilihan, berjalan kaki seringkali menjadi pilihan utama. Namun, tidak semua jalan kaki sama. Untuk mendapatkan hasil yang nyata, aktivitas ini perlu dirancang secara terstruktur.
Dr. Listya Tresnani Mirtha, SpKO, CCD, Subsp APK (K), seorang spesialis kedokteran olahraga, menegaskan bahwa berjalan memang memiliki banyak manfaat kesehatan. “Kalau ditanya bisa? Bisa dari berjalan, cuma bukan jalan yang biasa aja, jalan yang memang lebih terstruktur ada aturannya,” ujar dr Listya. Ia menambahkan bahwa “Jantung memang harus dibuat untuk berdetak lebih cepat untuk bisa mendapatkan manfaat yang lebih dibandingkan sekedar berjalan biasa,” katanya. Ia juga menyoroti pentingnya menyesuaikan target langkah harian dengan kondisi individu, “Misalnya, untuk lansia, target langkah harian mungkin lebih rendah karena pertimbangan kemampuan fisik,” ucapnya.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan orang dewasa melakukan aktivitas fisik dengan intensitas sedang minimal 150-300 menit per minggu. Jika diubah menjadi langkah kaki, angka tersebut setara dengan 7.000-10.000 langkah per hari. Dengan memperhatikan jumlah langkah, durasi, dan pola makan yang seimbang, seseorang dapat memaksimalkan proses penurunan berat badan.
Berikut ini lima strategi konkret yang dapat dipraktikkan, disusun berdasarkan rekomendasi dari berbagai sumber kesehatan.
1. Percepat Langkah
Kecepatan berjalan memengaruhi jumlah kalori yang terbakar. Personal trainer Stephanie Mansour menyatakan bahwa berjalan cepat adalah cara efektif untuk mengelola berat badan dan memperbaiki komposisi tubuh. Ia mendefinisikan jalan cepat sebagai kecepatan 3-4 mil/jam, atau sekitar 4,8-6,4 km/jam. CEO American Council on Exercise, Cedric Bryant, menegaskan bahwa 4,8 km/jam adalah titik awal yang baik, dan dapat ditingkatkan hingga 6,4 km/jam atau lebih seiring peningkatan kebugaran.
2. Gunakan Rompi Pemberat
Menambahkan beban ekstra saat berjalan dapat meningkatkan intensitas dan energi yang dibutuhkan. Namun, proses penyesuaian harus dilakukan secara bertahap. Individu dengan masalah punggung atau leher disarankan untuk menghindari metode ini atau menggunakan beban ringan terlebih dahulu.
3. Berjalan Menanjak
Berjalan di area menanjak atau menggunakan tangga menambah tantangan dan kalori yang terbakar. Jika menggunakan treadmill, ikuti langkah berikut:
- Atur treadmill ke posisi datar. Berjalan dengan kecepatan 3,2 km/jam selama lima menit untuk pemanasan.
- Atur kemiringan 1 persen. Berjalan kecil dengan kecepatan 6,4-9,6 km/jam selama satu menit.
- Tambahkan kemiringan 1 persen setiap menit. Ulangi hingga mencapai kemiringan 8-10 persen.
- Kurangi kemiringan 1 persen setiap menit hingga mencapai 0-1 persen.
- Berjalan dengan kecepatan 3,2 km/jam untuk pendinginan.
Metode ini secara bertahap meningkatkan beban kerja otot kaki dan jantung, sehingga kalori terbakar lebih banyak.
4. Fokus pada Bentuk dan Postur Tubuh
Postur yang baik tidak hanya memperlihatkan kesan fisik yang menarik, tetapi juga membantu menguatkan otot-otot inti. Untuk menjaga postur, lakukan:
- Berdiri tegak dengan kepala, tulang belakang, bahu, dan pinggul sejajar.
- Tarik otot perut ke dalam.
- Letakkan kedua kaki selebar pinggul dan sejajar satu sama lain.
- Berjalan dengan pola dari tumit ke jari kaki.
- Tekuk siku membentuk sudut siku-siku dan ayunkan lengan. Jaga agar tetap dekat dengan tubuh.
Dengan menjaga postur, otot-otot inti akan bekerja lebih efisien, meningkatkan metabolisme dan membantu pembakaran kalori.
5. Gabungkan dengan Latihan Beban
Menambahkan latihan beban ke rutinitas berjalan dapat mempercepat pembakaran kalori dan membangun otot baru. Beberapa latihan sederhana yang dapat dipadukan antara lain:
- Squat
- Push-up
- Burpee
Latihan ini tidak memerlukan peralatan mahal dan dapat dilakukan di rumah atau di luar ruangan. Kombinasi antara jalan kaki dan latihan beban menciptakan sinergi yang efektif bagi penurunan berat badan.
Dengan mengikuti langkah-langkah terstruktur di atas, seseorang dapat meningkatkan pembakaran kalori, memperkuat otot, dan mengoptimalkan kebugaran secara bertahap. Pendekatan ini menekankan pentingnya kecepatan, beban, kemiringan, postur, dan latihan tambahan, sehingga jalan kaki menjadi lebih dari sekadar aktivitas santai. Implementasi konsisten dan penyesuaian sesuai kondisi tubuh akan membantu mencapai berat badan ideal secara sehat dan berkelanjutan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Menyundul Bola Aman? Dokter Saraf Buka Suara
Rodri Bangkit dari Cedera Horor, Bawa Spanyol ke Final Piala Dunia
Hyrox Bukan Lari Biasa, Butuh Latihan Total Tubuh
Lamine Yamal Tumbuh 10 Cm dalam Setahun
Dokter: Risiko Cedera Hyrox Tak Main-Main
Tuchel Izinkan Pemain Bercinta, Dilarang Saat Hari Pertandingan
