Hyrox Bukan Lari Biasa, Butuh Latihan Total Tubuh
Gambar atau konten salah?
Jakarta — Gelaran Hyrox Jakarta baru saja sukses besar dengan ribuan peserta. Kini, semakin banyak orang mungkin penasaran ingin mencoba olahraga yang menggabungkan lari dan latihan fungsional ini.
Hyrox bukan lomba lari biasa. Olahraga ini menguji ketahanan tubuh secara total. Peserta harus berlari sejauh 8 kilometer, tetapi tidak sekadar lari. Di tengah perjalanan, ada delapan stasiun latihan yang harus dilewati. Mulai dari ski erg, sled push, sled pull, burpee broad jump, rowing, farmer's carry, sandbag lunges, hingga wall ball.
Karena Hyrox memadukan kardio dan kekuatan, persiapan menuju perlombaan tidak bisa dilakukan secara mendadak. Spesialis kedokteran olahraga dr Antonius Andi Kurniawan, SpKO SubspALK(K) menegaskan, pemula yang ingin menjajal Hyrox harus memastikan tubuh benar-benar sehat.
"Artinya nggak ada cedera. Kalau misalnya sakit pinggang, ada saraf kejepit di punggungnya, nah itu disembuhin dulu baru ikut latihan," kata dr Andi dalam segmen Sunset Talk, Senin (13 Juli 2026).
Ia melanjutkan, "Kemudian, harus latihan dengan baik. Kalau nggak latihan dengan baik ya nggak bisa. Orang mager, langsung ikut Hyrox tiba-tiba ya nggak bisa. Kan larinya minimal lari 8 km, dan ada 8 station."
dr Andi, yang juga menjadi medical lead di Hyrox Jakarta 2026, menjelaskan bahwa porsi kardio dan kekuatan dalam Hyrox sama besarnya. Artinya, dibutuhkan kebugaran yang mumpuni dari kedua aspek tersebut.
"Jadi harus training, kemudian juga harus komitmen untuk menjalankan latihan lari, latihan strength upper body, latihan strength lower body, sama core," tutupnya.
Singkatnya, Hyrox bukan sekadar lomba lari dengan tambahan gerakan. Ini adalah tantangan yang menuntut persiapan fisik menyeluruh. Tanpa latihan yang konsisten dan tubuh yang bebas cedera, peserta akan kesulitan menyelesaikan 8 kilometer lari dan delapan stasiun latihan yang menguras tenaga.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Menyundul Bola Aman? Dokter Saraf Buka Suara
Rodri Bangkit dari Cedera Horor, Bawa Spanyol ke Final Piala Dunia
Lamine Yamal Tumbuh 10 Cm dalam Setahun
Dokter: Risiko Cedera Hyrox Tak Main-Main
Tuchel Izinkan Pemain Bercinta, Dilarang Saat Hari Pertandingan
Jalan Kaki 15 Menit Lebih Efektif dari Jalan Pendek
Berita Terbaru
Subsidi Elpiji Tembus Rp100 Triliun Akibat ICP Naik
Pertamina Minta Warga Tak Timbun BBM Bersubsidi di Bali
Pertamina Tambah Pasokan BBM di Bali, SPBU 24 Jam
BEI Tetapkan 19 Saham Baru dalam Kategori HSC
MSCI Putuskan Tinjauan Indeks November 2026, Indonesia Masih Emerging Market
IHSG Menguat 0,29% ke 5.943, BBCA Topang Kenaikan
