BRIN dan Peningkatan Pengunjung Museum Jakarta 2025

Lia N. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 84 dibaca
Bisik.id
BRIN dan Peningkatan Pengunjung Museum Jakarta 2025

Gambar atau konten salah?

Berkunjung ke museum dan cagar budaya kini menjadi salah satu cara wisata yang cukup populer di kota besar, termasuk Jakarta. Di ibu kota, data pemerintah provinsi DKI Jakarta mencatat lebih dari 78 museum yang tersebar di berbagai penjuru kota.

Pengunjung dapat merasakan suasana museum, seperti Museum Nasional Indonesia, ketika akhir pekan. Kunjungan ini menandakan bahwa masyarakat semakin sadar akan pentingnya kebudayaan. Wakil Menteri Kebudayaan, Giring Ganesha, menegaskan bahwa kunjungan ke museum dan cagar budaya meningkat tahun lalu.

Ia mengutip angka-angka berikut: “Di tahun 2024, jumlah kunjungan ke museum dan cagar budaya di bawah kendali Kementerian Kebudayaan itu sebanyak 2.254.384 pengunjung. Dan pada tahun 2025, angka itu meningkat menjadi 4.210.089 pengunjung, atau naik 86 persen.”

Giring menambahkan bahwa pencapaian tersebut belum cukup. Ia menekankan perlunya upaya agar aset budaya tidak hanya menjadi panjangan. “Namun tentu saja tugas kita tidak berhenti hanya untuk meningkatkan jumlah kunjungan. Kita tidak ingin aset-aset budaya kita menjadi dead monument. Museum, bangunan cagar budaya, situs sejarah, dan candi harus mampu menghadirkan manfaat nyata: ruang edukasi, sumber kesejahteraan, penggerak ekonomi kreatif, dan ruang tumbuhnya inovasi,” ujarnya.

Ia mencontohkan pentingnya narasi dalam sebuah artefak. Banyak petugas museum yang pernah ia kunjungi belum memahami cerita di balik aset kebudayaan. “Satu, untuk bisa menentukan ini sebenarnya dari tahun berapa, umurnya berapa artefak ini, dari situ kita bisa cocokan lini masanya jadi kita bisa menciptakan cerita. Karena sebuah barang kalau nggak ada ceritanya, ya pasti nggak ada hasilnya,” jelas Giring.

Ia melanjutkan: “Tapi kalau anak‑anak bisa lihat ‘oh ini dari tahun segini, ceritanya ini, oh ceritanya begini, artefaknya begini, artefaknya ini membantu dalam proses perjuangan’ misalnya, itu narasi besar. Kita tahu bahwa semuanya suka dengan cerita. Itulah menurut saya salah satu peran BRIN untuk penentuan dan menciptakan yang membantu kita membuat narasi,” tambahnya.

Giring juga menegaskan peran BRIN dalam pelestarian, pengembangan, dan pemanfaatan aset kebudayaan sesuai Undang‑Undang Pemajuan Kebudayaan. BRIN akan membantu menelusuri asal‑usul artefak, menentukan umur, serta membangun narasi yang dapat menarik minat publik.

Acara tersebut berlangsung pada 19 Mei 2026 di Jakarta, saat BRIN Goes to Industry 4. Kementerian Kebudayaan dan BRIN berkomitmen untuk tidak hanya meningkatkan kunjungan, tetapi juga memastikan setiap museum dan cagar budaya menjadi sumber belajar, kesejahteraan, dan inovasi bagi masyarakat.

Secara keseluruhan, upaya kolaborasi antara pemerintah, lembaga penelitian, dan masyarakat diharapkan dapat menghidupkan kembali nilai budaya, menjadikannya lebih dari sekadar bangunan bersejarah, melainkan ruang yang memberi dampak positif bagi generasi sekarang dan yang akan datang.

MuseumCagar BudayaKunjunganBRINNarasiEdukasiEkonomi Kreatif

Komentar

Memuat komentar...