Buah Boleh Dikonsumsi, Atur Porsi untuk Diabetes Anda
Gambar atau konten salah?
Diabetes sering dikaitkan dengan buah karena rasa manisnya. Banyak orang jadi ragu mengonsumsi buah ketika mendengar hubungan tersebut. Namun, kondisi diabetes tidak semudah menilai rasa manis saja. Gula darah dipengaruhi oleh serat, tingkat kematangan, dan khususnya porsi yang dikonsumsi.
Di Indonesia, konsumsi buah masih sangat rendah. Survei Kesehatan Indonesia menunjukkan 96,7 persen penduduk belum memenuhi anjuran dua hingga tiga porsi buah per hari. Angka ini jauh di bawah rekomendasi, sehingga pesan yang menakut-nakuti justru dapat menambah keraguan masyarakat.
Beberapa jenis buah memiliki indeks glikemik (IG) rendah hingga sedang, sehingga kenaikan gula darahnya lebih bertahap. Apel, pir, jeruk, stroberi, dan jambu biji masuk dalam kelompok ini. Kandungan serat dan air yang tinggi memperlambat penyerapan gula di usus, sehingga gula tidak langsung masuk ke aliran darah dalam jumlah besar.
Selain serat, buah utuh mengandung polifenol yang membantu metabolisme glukosa. Studi di British Medical Journal menunjukkan konsumsi buah utuh berkaitan dengan risiko diabetes tipe 2 yang lebih rendah, terutama bila dikonsumsi rutin dalam jumlah wajar.
Di sisi lain, ada buah yang IG-nya sedang hingga tinggi atau kandungan gulanya lebih padat. Buah-buahan ini tetap bisa dikonsumsi, tetapi jumlahnya perlu diperhatikan. Yang penting dipahami adalah beban glikemik atau Glicemic Load (GL), yang memperhitungkan IG sekaligus jumlah karbohidrat dalam satu porsi. GL memberikan gambaran lebih nyata tentang efek buah pada gula darah.
- Pepaya – IG sedang, GL rendah hingga sedang pada porsi normal. Sekitar 100-150 gram masih tergolong aman. Dalam jumlah ini, kenaikan gula darah cenderung tidak terlalu tajam.
- Anggur – IG sedang, GL bisa meningkat jika porsinya banyak. Sekitar 10-15 butir atau 100 gram masih dalam batas wajar. Karena ukurannya kecil, konsumsi berlebihan sering tidak terasa.
- Nanas – berada di IG sedang hingga tinggi. GL-nya meningkat jika dikonsumsi lebih dari 100 gram. Dalam porsi kecil, efeknya masih relatif terkendali.
- Mangga matang – IG sedang hingga tinggi. Dalam porsi 100-150 gram, GL-nya masih dalam kisaran normal. Jika dikonsumsi dalam jumlah besar, total gula yang masuk menjadi cukup tinggi.
- Pisang matang – IG sedang hingga tinggi tergantung tingkat kematangan. Satu buah ukuran sedang masih dalam batas wajar dengan GL yang masih tergolong sedang. Pisang yang sangat matang meningkatkan GL lebih cepat.
- Semangka – IG tinggi, tetapi GL-nya rendah dalam porsi kecil karena kandungan airnya tinggi. Sekitar 150-200 gram masih tergolong aman. Dalam jumlah besar, GL tetap meningkat.
- Durian – IG sedang, tetapi kandungan karbohidrat dan kalori cukup tinggi sehingga GL-nya bisa cepat meningkat. Porsi sekitar 2-3 biji kecil sudah cukup. Konsumsi berlebihan membuat asupan gula dan energi meningkat signifikan dalam waktu singkat.
Buah dengan IG rendah atau sedang tetap dapat meningkatkan gula darah bila dikonsumsi berlebihan. Dalam jumlah besar, GL ikut meningkat karena total karbohidrat yang masuk lebih tinggi.
Bagaimana cara konsumsi juga memengaruhi respons gula darah. Buah utuh dan jus buah memberi respons yang berbeda. Saat dimakan langsung, serat masih utuh sehingga gula masuk lebih pelan. Saat dijadikan jus, serat banyak berkurang. Gula jadi lebih cepat diserap. Dalam satu gelas, biasanya menggunakan porsi yang lebih banyak daripada saat dikonsumsi utuh. Belum lagi ketika jus ditambah gula, total asupan gula bisa meningkat cukup signifikan.
Keadaan tubuh juga menentukan. Tubuh sehat masih bisa mengatur kenaikan gula darah selama porsinya tidak berlebihan. Pada pengidap diabetes, buah dengan IG tinggi perlu lebih dibatasi karena dapat meningkatkan gula darah lebih cepat. Kondisi ini terjadi karena kemampuan tubuh, khususnya hormon insulin, dalam mengatur kadar gula darah sudah tidak seefektif orang sehat.
Secara umum, tidak ada buah yang perlu dihindari. Buah tetap menjadi bagian penting dari pola makan sehari-hari. Kandungan vitamin, mineral, serat, dan senyawa bioaktif di dalamnya berperan dalam menjaga kesehatan secara keseluruhan. Dampaknya ditentukan oleh jumlah, cara konsumsi, dan kondisi kesehatan tubuh.
Dengan memahami perbedaan IG dan GL, serta cara konsumsi yang tepat, orang dapat menikmati buah tanpa takut meningkatkan risiko diabetes. Memilih buah dengan porsi yang sesuai dan menghindari jus berlebih dapat menjaga gula darah tetap stabil. Ini membantu masyarakat tetap menikmati buah sebagai sumber nutrisi penting tanpa menambah beban kesehatan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bloom Putih Anggur: Lapisan Lilin Alami, Bukan Jamur
Minum 3‑4 Cangkir Kopi Bisa Perlambat Penuaan 5 Tahun
Air Kelapa 15 Hari: Hidrasi, Pencernaan, Berat Badan
Almond vs. Kacang Tanah: Pilihan Nutrisi Jantung Kesehatan
Goo Hye Sun Turun 13 kg: Diet Rendah Sodium Jadi Kunci
Precommitment: Cara Mudah Hindari Makanan Tidak Sehat Saat Stres
Berita Terbaru
Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK, Ternyata Miliki Aset Berlimpah
Santerra De Laponte: Tujuan Foto Keluarga di Pujon Malang
Enam Pemancing Diselamatkan Setelah Perahu Terbalik Buleleng
Bernardo Silva: Barcelona & Atlético bersaing keputusan 2026
Debat Akhir HIPMI 2026: Kandidat BPP Bersaing Pasar Modal
Kari Minang Depok, Gyudon Jakarta, Diet Rendah Sodium Jadi Tren
Mourinho Jadi Pelatih Real Madrid, Bek Konate & Dumfries
