Burung Perkici Muka Biru Kembali Terlihat di Pulau Buru
Gambar atau konten salah?
Burung perkici muka biru (blue ronted lorikeet) yang hanya pernah dilihat sekali dalam satu abad, kembali muncul di dataran tinggi Pulau Buru, Indonesia. Penemuan ini menandai kembalinya spesies langka yang selama hampir 100 tahun tak pernah teramati.
Spesies ini pertama kali dideskripsikan pada era 1920-an berdasarkan tujuh spesimen. Namun, foto pertama burung ini baru dapat diabadikan pada 01 Januari 2014 oleh Craig Robson saat tur Birdquest. Sejak saat itu, burung ini tetap menjadi misteri.
Burung perkici muka biru sebenarnya memiliki bulu berwarna hijau limau cerah dan paruh oranye. Nama “muka biru” berasal dari warna mata yang menonjol. Selama hampir satu abad, tidak ada catatan penampakan burung ini di seluruh dunia.
Karena keberadaannya yang sangat langka, burung ini dimasukkan ke dalam program Search for Lost Birds, kemitraan global antara American Bird Conservancy, Re:wild, dan BirdLife International. Program ini menempatkan burung ini sebagai spesies yang sangat terancam punah.
Ekspedisi pendakian 14 hari di Pulau Buru dimulai pada 01 April 2026 oleh sekelompok pendaki yang ingin melacak burung paling misterius di Indonesia. Kawasan Gunung Kapalatmada sangat terpencil dan sulit diakses, sehingga burung ini diyakini masih hidup namun tersembunyi di ketinggian tinggi.
Setelah mencapai puncak gunung, dua ekor burung berwarna hijau limau melintas di atas kepala pendaki. Seorang pendaki berkata, “Kami melihat dua burung kecil terbang ke pohon dekat kami, jadi saya segera mengambil teropong untuk melihat salah satunya. Saya sangat girang dan kehilangan kata-kata saat menyadari itu adalah burung perkici muka biru.”
John C. Mittermeier, Direktur Search for Lost Birds di American Bird Conservancy, menambahkan, “Kami melihat dua burung kecil terbang ke pohon dekat kami, jadi saya segera mengambil teropong untuk melihat salah satunya. Saya sangat girang dan kehilangan kata-kata saat menyadari itu adalah burung perkici muka biru.”
Burung-burung tersebut terbang terlalu cepat sehingga tidak ada yang sempat mengambil foto. Namun, beberapa hari kemudian, seekor perkici muncul tepat waktu sarapan. Ini menandai dokumentasi foto terbaru pertama spesies tersebut sejak 01 Januari 2014.
Sumaraja, pemandu sekaligus pemimpin tur Birdtour Asia, mengungkapkan, “Ketika kami melihat perkici muka-biru, saya tidak kuasa menahan air mata. Setiap hari, saya nyaris menangis bahagia karena melihat burung-burung ini ternyata masih ada.”
Tim juga berhasil merekam suara kicauan burung tersebut, meskipun belum dapat memastikan jumlah populasi yang tersisa di alam liar. Benny A. Siregar, Koordinator Maluku di Burung Indonesia, menjelaskan, “Tantangan utama yang mengintai perkici muka biru adalah menghadapi berbagai ancaman yang sebagian besar belum diketahui. Burung ini mendiami wilayah yang terus-menerus di bawah tekanan deforestasi, dengan populasi diperkirakan sangat kecil dan rentan.”
Sumaraja menegaskan, “Ke depannya, saya tentu berharap akan ada lebih banyak orang dapat melihat dan mempelajari burung ini lebih jauh. Pada saat yang sama, saya sangat berharap makin banyak orang peduli dan ikut serta melestarikan sisa-sisa hutan di Pulau Buru.”
Penemuan ini menunjukkan bahwa spesies langka ini dapat bertahan hidup asalkan berada di lokasi yang sangat terpencil. Keberadaan burung perkici muka biru di Pulau Buru menjadi bukti bahwa masih ada kemungkinan spesies yang dianggap hilang dapat ditemukan kembali, asalkan upaya pencarian dilakukan di tempat yang tepat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Burung Perkici Muka Biru Kembali Terlihat di Pulau Buru
Lenovo hadirkan Football AI Pro untuk Piala Dunia 2026
Saudi Bangun Danau Air Tawar Raksasa di Tabuk, NEOM
Apple dan Intel Bekerja Sama Produksi Chip di AS 2026
Daftar 10 AI Pintar 2026, Skor IQ Tak Melebihi Einstein
Bruno Fernandes di Sorotan: Fans Minta Umpan ke Ronaldo
Berita Terbaru
Revitalisasi Lapangan Merdeka Medan Tertunda, Masih Tertutup
Burung Perkici Muka Biru Kembali Terlihat di Pulau Buru
Kementan Peringat: Paracetamol Bukan Pupuk Cabai Pemerintah
Sumatra Utara Hadapi Hujan Lebat, Kabupaten Terancam
LPS Rencanakan PPP 2028, Lindungi 90% Pemegang Polis
Pemadaman Listrik Bergilir di Pasuruan Mengganggu Warga
The Trans Resort Bali Hadirkan Restoran Michelin Berbintang
