CR7 Diet Tanpa Susu: Alpukat, Telur Hati, Menjaga Kekuatan
Gambar atau konten salah?
CR7 kini berusia 41 tahun, namun masih mampu berkompetisi di liga sepakbola paling elit. Konsistensi dalam pola makan menjadi kunci utama yang menjaga kebugarannya.
Giorgio Barone, mantan koki pribadi Ronaldo saat bermain di Manchester United, mengungkapkan detail menu harian sang bintang. Salah satu poin pentingnya adalah menghindari susu.
Barone mengatakan: “Tidak ada susu. Manusia adalah satu-satunya hewan yang minum susu dari hewan lain. Tidak ada hewan lain yang minum susu setelah tiga bulan,” kata Barone, dikutip dari The Sun. “Kita menyusu dari ibu kita, seperti anjing, serigala, sapi, dan keledai. Itu normal. Setelah masa bayi, itu tidak normal. Itu bertentangan dengan alam,” sambungnya.
Menu sarapan CR7 terbilang seimbang. Ia biasanya memulai hari dengan alpukat, kopi, dan telur, semuanya tanpa gula. Barone menjelaskan: “Untuk sarapan, dia akan makan alpukat dengan kopi, telur, dan tanpa gula. Sama sekali tanpa gula.”
Menu makan siang lebih sederhana: ayam, ikan, dan sayuran. Jika diperlukan karbohidrat, Ronaldo mengambilnya dari sayuran, sehingga tidak memerlukan makanan berbasis tepung seperti pasta atau roti. Barone menambahkan, “Makan siangnya bisa berupa ayam, ikan, dan selalu sayuran. Jika dia membutuhkan karbohidrat, dia mendapatkannya dari sayuran, jadi tidak perlu makanan yang terbuat dari tepung. Tidak seperti pasta, roti, dan jenis makanan lainnya.”
Untuk makan malam, ia lebih memilih porsi ringan, biasanya ikan atau daging fillet yang disajikan bersama sayuran. Ini menandai perbedaan signifikan dibandingkan dengan pola makan Erling Haaland.
Barone menyoroti bahwa Ronaldo tidak menghindari jeroan. Ia menyukai hati, jantung, dan otak, yang Barone anggap makanan super. “Cristiano juga suka hati. Aku sangat menyukainya. Hati sangat kaya akan zat besi dan penting dalam diet, jadi untuk organ-organ tubuh, aku setuju, tetapi tidak untuk susu,” kata Barone.
Dengan pola makan yang terstruktur, CR7 tetap menjaga stamina dan performa di lapangan. Dietnya yang bebas susu, rendah gula, dan kaya protein serta sayuran membantu tubuhnya tetap kuat di usia 41 tahun.
Pengelolaan nutrisi yang ketat, disertai pilihan makanan yang tidak biasa bagi kebanyakan orang, menjadi salah satu faktor kunci yang memungkinkan Ronaldo bertahan di puncak kompetisi sepakbola. Fokus pada makanan alami dan organ tubuh, serta penghindaran produk susu, menegaskan dedikasinya terhadap kesehatan dan performa optimal.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Menyundul Bola Aman? Dokter Saraf Buka Suara
Rodri Bangkit dari Cedera Horor, Bawa Spanyol ke Final Piala Dunia
Hyrox Bukan Lari Biasa, Butuh Latihan Total Tubuh
Lamine Yamal Tumbuh 10 Cm dalam Setahun
Dokter: Risiko Cedera Hyrox Tak Main-Main
Tuchel Izinkan Pemain Bercinta, Dilarang Saat Hari Pertandingan
