Daihatsu Tenang, 11 Dealer Tutup Pindah Jual Mobil China

Iwan D. · 2 min baca · 2 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Daihatsu Tenang, 11 Dealer Tutup Pindah Jual Mobil China

Gambar atau konten salah?

Di tengah gelombang peralihan yang terjadi di pasar otomotif Indonesia, sebuah kabar mencuat: Asco Automotive, salah satu mitra dealer resmi Daihatsu, menutup 11 jaringan outlet mereka. Keputusan ini bukan sekadar penutupan biasa. Grup dealer tersebut memilih untuk beralih — mereka akan mulai menjual mobil-mobil buatan China. Pertanyaannya, apakah langkah ini membuat Daihatsu bereaksi? Apakah ada evaluasi khusus yang digelar?

Belakangan, fenomena ini memang tidak bisa diabaikan. Banyak outlet yang sebelumnya setia pada merek mobil Jepang, satu per satu tumbang. Mereka memilih berhenti menjual produk-produk Jepang dan beralih menjadi gerai penjualan untuk merek-merek China. Alasannya? Teknologi elektrifikasi yang ditawarkan dan harga yang lebih terjangkau menjadi daya tarik utama. Tapi bagi Daihatsu, ceritanya berbeda.

Tri Mulyono, yang menjabat sebagai Customer Relation Division Head di PT Astra International Tbk-Daihatsu Sales Operation atau AI-DSO, angkat bicara. Ia menjelaskan bahwa Daihatsu tidak merespons fenomena ini dengan cara yang terlalu serius. Menurut Tri, evaluasi bulanan memang tetap berjalan. Tapi itu sudah menjadi rutinitas, bukan sesuatu yang istimewa.

"Karena tindakan ini kan memang keputusan bisnis dari masing-masing dealer. Tentunya buat kami juga tidak bisa menjadikan dengan adanya hal ini, lalu membuat evaluasi khusus. Karena evaluasi tetap kami lakukan. Secara 3 bulanan kami tetap melakukan evaluasi terhadap performance masing-masing dealer," kata Tri kepada wartawan di Depok pada Minggu, 21 Juni 2026.

Tri melanjutkan, sebenarnya mekanisme evaluasi dan kontrol sudah ada sejak awal. "Tapi kebetulan karena memang ini menjadi satu keputusan bisnis dari dealer tersebut, maka kami juga tidak ada treatment khusus untuk bisa melakukan evaluasi kembali karena memang mekanismenya sudah ada," sambungnya. Artinya, tidak ada perlakuan istimewa. Semua berjalan sesuai prosedur yang sudah ditetapkan.

Di sisi lain, jumlah dealer Daihatsu di Indonesia masih sangat banyak. Mereka tidak perlu khawatir kehilangan jangkauan. Saat ini, total ada 23 grup dealer yang menjadi mitra Daihatsu. Dari situ, terdapat 250 outlet resmi yang tersebar di seluruh Indonesia. Angka itu cukup untuk memastikan konsumen setia Daihatsu tetap terlayani dengan baik.

Fenomena peralihan ke mobil China memang sedang hangat. Tapi bagi Daihatsu, ini bukan alarm yang perlu dibunyikan. Keputusan bisnis tetaplah keputusan bisnis — setiap dealer punya jalannya sendiri. Yang penting, evaluasi rutin tetap berjalan, dan mekanisme yang sudah ada tidak perlu diubah secara khusus hanya karena satu-dua dealer memilih jalan berbeda.

Daihatsudealermobil Chinaperalihanevaluasipasar otomotifIndonesia

Komentar

Memuat komentar...