Dua Pabrik Otomotif di Jatim Siap PHK Ribuan Karyawan

Hari W. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Dua Pabrik Otomotif di Jatim Siap PHK Ribuan Karyawan

Gambar atau konten salah?

Dua pabrik komponen otomotif besar di Jawa Timur, tepatnya di daerah Pasuruan dan Mojokerto, sedang bersiap melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) dalam jumlah besar. Informasi ini disampaikan oleh Said Iqbal, yang menjabat sebagai Penasihat Khusus Presiden bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh.

Said Iqbal mengungkapkan bahwa kedua perusahaan tersebut merupakan 'raksasa' di bidang komponen otomotif. Meskipun demikian, ia belum bisa menyebutkan nama perusahaan secara terbuka. Yang jelas, kedua perusahaan ini memiliki induk usaha yang berasal dari Jepang.

"Di daerah Pasuruan dan Mojokerto, Jawa Timur, ada dua perusahaan, saya belum bisa sebut nama perusahaannya. Dua perusahaan raksasa komponen otomotif. Itu bisa ribuan karyawannya akan terdampak PHK," kata Said Iqbal dalam sebuah konferensi pers pada Senin, 21 Juni 2024.

Meskipun namanya masih dirahasiakan, Said Iqbal memberikan sedikit petunjuk. Ia menyebut kedua perusahaan tersebut dengan kode PT J dan PT S. Menurut penjelasannya, induk perusahaan di Jepang tengah merencanakan perubahan besar dalam arah bisnis mereka.

Rencana perubahan itu adalah beralih dari produksi komponen otomotif konvensional ke fokus pada pengembangan mobil listrik. Namun, keputusan strategis ini justru membawa dampak kurang baik bagi Indonesia. Perusahaan-perusahaan Jepang itu menilai bahwa Vietnam lebih produktif dan kompetitif dalam pengembangan industri mobil listrik dibandingkan dengan Indonesia.

"Jadi prinsipalnya di Jepang, akan memindahkan produksinya ke negara-negara yang lebih produktif dan mengubah diversifikasi produknya. Jadi mereka akan berfokus di mobil listrik yang pengembangannya dilakukan di Vietnam, bukan di Indonesia," ujar Said Iqbal menjelaskan.

Keputusan untuk memindahkan produksi ini bukanlah hal yang tiba-tiba. Said Iqbal menjelaskan bahwa kebijakan pemerintah Indonesia terkait pengembangan mobil listrik dinilai tidak kompetitif. Sementara itu, Vietnam memiliki kebijakan yang lebih mendukung pengembangan pabrik mobil listrik. Perbedaan inilah yang menjadi alasan utama kedua perusahaan komponen otomotif di Pasuruan dan Mojokerto untuk memindahkan sebagian produksi mereka ke Vietnam.

"Karena di Indonesia rupanya mobil listrik, pabrik mobil listrik tidak kompetitif. Tapi di Vietnam sedang ada kebijakan pengembangan pabrik mobil listrik. Nah, dua perusahaan komponen otomotif di Pasuruan dan Mojokerto ini akan memindahkan sebagian. Ini baru diskusi awal. Informasi awal. Ini ribuan juga (yang bisa terkena PHK)," kata dia.

Said Iqbal, yang juga merupakan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), menyatakan bahwa pihaknya sudah bergerak untuk melindungi hak-hak para pekerja. Ia mengaku telah meminta Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), serikat pekerja yang berada di bawah naungan KSPI, untuk berdiskusi dengan pihak perusahaan. Tujuannya adalah memastikan agar hak-hak para pekerja yang terdampak PHK dapat terpenuhi.

Selain itu, Said Iqbal juga berencana untuk berkoordinasi dengan pemerintah pusat. Ia akan melaporkan langsung masalah ini kepada Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, akar permasalahan dari kasus PHK besar-besaran ini terletak pada kebijakan pemerintah pusat mengenai kendaraan listrik. Kebijakan yang ada saat ini dinilai belum mampu membuat Indonesia menjadi tempat yang menarik bagi pengembangan industri mobil listrik.

Dua pabrik besar di Pasuruan dan Mojokerto ini merupakan bagian dari rantai pasok industri otomotif global. Keputusan mereka untuk pindah ke Vietnam menunjukkan bahwa persaingan antar negara dalam menarik investasi industri mobil listrik sangatlah ketat. Indonesia perlu mengevaluasi kembali kebijakannya agar tidak kehilangan lebih banyak lagi lapangan pekerjaan di sektor ini.

PHKpabrik otomotifPasuruanMojokertomobil listrikVietnamkebijakan

Komentar

Memuat komentar...