Daniel Mananta: Maraton 14 di Cape Town, Fokus Kesehatan

Putri N. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 85 dibaca
Bisik.id
Daniel Mananta: Maraton 14 di Cape Town, Fokus Kesehatan

Gambar atau konten salah?

Daniel Mananta berusia 45 tahun, telah menekuni lari maraton sejak 2016. Selama sepuluh tahun terakhir, ia menjaga rutinitas dengan tekun, menyiapkan diri untuk maratonnya yang ke-14 di Cape Town, Afrika Selatan.

Di balik popularitas lari yang kini menyebar di Indonesia, banyak orang terjebak dalam FOMO atau hanya ingin menampilkan performa di aplikasi Strava. Daniel menanggapi fenomena ini dengan berbagi pandangan tentang esensi olahraga sejati.

Ia menyatakan, “Setiap hari gue harus mengalahkan diri gue sendiri berkali-kali. Pertama pas bangun tidur; mau lanjut tidur apa lari? Itu berat banget. Kedua, pas lagi lari dan kecapean; otak gue bilang lo harus lari terus, selesaikan ini.”

Daniel melihat lari bukan sekadar aktivitas fisik. Ia percaya bahwa konsistensi selama satu dekade membawa transformasi mindset dan mental. Ia menegaskan, “Gue pengen nanti ketika gue umur 70, atau ketika gue umur 80, masih bisa lari. Gue seperti itu soalnya. Target gue ketika gue umur 70, gue masih ikutan marathon.”

Berbeda dengan pelari lain yang mengandalkan musik bersemangat, Daniel memilih keheningan saat menempuh puluhan kilometer. Ia menambahkan, “Lari itu jadi meditasi buat gue. Itu adalah waktu ketika gue ngobrol sama Tuhan. Gue gak dengerin musik, kadang-kadang bahkan sampai dengerin khotbah, atau bahkan gak dengerin apa-apa.”

Melihat banyak pelari pemula yang langsung memaksakan diri demi gengsi sosial, Daniel mengingatkan, “Jangan lari karena FOMO, tapi lari karena mau sehat. Jangan mau lari karena pengen terlihat cepat atau pengen ngebuktiin sesuatu di Strava. Olahraga karena lu pengen sehat.”

Ia menekankan bahwa tujuan lari harus berakar pada kesehatan, bukan hanya pencapaian statistik atau pengakuan sosial. Konsistensi, menurutnya, adalah kunci untuk menjaga tubuh dan jiwa tetap aktif sepanjang hidup.

Melalui kisahnya, Daniel mengajak pelari lain untuk meninjau kembali motivasi mereka. Fokus pada kesehatan, disiplin, dan niat jangka panjang dapat menghindari cedera dan menumbuhkan kebiasaan positif yang bertahan lama.

Daniel ManantaMarathon Cape TownFOMOStravaKesehatanKonsistensiDisiplin

Komentar

Memuat komentar...