DHE SDA Siap Dikeluarkan, Purbaya Jelaskan Pengecualian
Gambar atau konten salah?
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan bahwa kebijakan DHE SDA akan segera dirilis, namun ia tidak memberikan waktu pasti.
Aturan ini semula dijadwalkan mulai 01 Januari 2026, namun belum terwujud.
Purbaya mengatakan, DHE sudah berada di Mensesneg. “DHE sudah di kantor Mensesneg. Sebentar lagi dikeluarkan, nggak lama lagi mungkin,” ujarnya di Gedung BPPK, Jakarta, 24 April 2026.
Ia juga memberi sedikit bocoran tentang aturan tersebut. Menurutnya, akan ada pengecualian bagi beberapa komoditas dan negara, meski rincian belum diungkap.
“Setahu saya sih ada negara yang dikecualikan. Nanti kasih lihat kalau begitu keluar deh,” kata Purbaya.
Sebelumnya, Purbaya menyatakan bahwa aturan belum keluar karena revisi. Revisi tersebut dimaksudkan untuk mengakomodasi permintaan pengecualian dari beberapa pihak, yang dianggap tidak selaras dengan tujuan kebijakan.
“Ada revisi kecil, karena ada beberapa pihak minta pengecualian, dan presiden setuju. Karena emang tidak relevan dengan niat kita menjalankan DHE itu,” jelasnya di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, 07 April 2026.
DHE SDA dirancang untuk menahan devisa hasil ekspor agar tetap berada di dalam negeri, khususnya dari sektor yang memanfaatkan sumber daya alam domestik dan pembiayaan perbankan dalam negeri.
Purbaya menegaskan bahwa selama ini keuntungan dari ekspor disimpan di luar negeri. “Kan DHE itu sebetulnya tujuannya adalah untuk menahan uang‑uang domestik yang pinjem pakai bank domestik, yang pakai sumber daya alam domestik, tapi untung uangnya ditaruh di luar negeri,” tuturnya.
Kebijakan ini menandai upaya pemerintah untuk memperkuat cadangan devisa nasional. Dengan menahan keuntungan di dalam negeri, diharapkan arus modal menjadi lebih stabil dan mendukung pertumbuhan ekonomi.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Pertamina Dukungan Desa Energi, Padi Bali Naik 7,5 Ton
Garuda Atur Jadwal Pemulangan Haji 2026 di Jeddah.
DPR Setujui RUU P2SK, Mulai Tahap Akhir Persidangan
Debat Akhir HIPMI 2026: Kandidat BPP Bersaing Pasar Modal
PINDEX 2026: Pertamina Patra Niaga Pamer Teknologi Energi
Harga Emas Antam 24K Turun Rp15.000 per Gram di Bursa
