Direktur Brantas Abipraya Kunjungi Sekolah Rakyat Jatim 2
Gambar atau konten salah?
Direktur Utama PT Brantas Abipraya (Persero), Agung Fajarwanto, mengunjungi lapangan proyek Sekolah Rakyat Jatim 2 pada 08 April 2026. Kunjungan ini dimaksudkan agar progres kerja tetap pada target, kualitas terjaga, dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) diterapkan secara optimal.
Agung menjelaskan bahwa proyek ini bukan sekadar pembangunan fisik. “Proyek Sekolah Rakyat ini bukan hanya sekadar pembangunan fisik, tetapi juga merupakan investasi jangka panjang dalam mencetak generasi unggul Indonesia. Kami berkomitmen mengebut penyelesaian proyek ini, tentunya dengan mengutamakan kualitas terbaik, serta tetap mengedepankan aspek keselamatan kerja,” ujar Agung dalam keterangan tertulis.
Ia menegaskan bahwa inisiatif ini sejalan dengan Program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, yang menargetkan pembangunan sumber daya manusia unggul. “Proyek Sekolah Rakyat ini merupakan bagian dari visi pembangunan manusia yang lebih baik,” tambahnya.
Agung menekankan percepatan pembangunan sebagai kontribusi nyata Brantas Abipraya dalam mendukung pemerataan akses pendidikan berkualitas. Ia menyatakan, “Kita berusaha mengebut penyelesaian proyek ini, dengan tetap menempatkan kualitas dan keselamatan kerja sebagai prioritas utama.”
Di sisi lain, Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menjelaskan bahwa melalui Sekolah Rakyat ini, pemerintah berharap dapat mencapai kemiskinan nol persen. Menurutnya, pendidikan adalah upaya paling efektif dan efisien untuk mengurangi kemiskinan.
Proyek Sekolah Rakyat Jatim 2 mulai dikerjakan pada 01 Desember 2025 dan diperkirakan selesai pada 30 Juni 2026. Dengan luas lahan 58.100 meter persegi, sekolah ini dirancang sebagai kawasan pendidikan terpadu, modern, dan inklusif.
Fasilitas yang dibangun meliputi gedung sekolah untuk jenjang SD, SMP, dan SMA, asrama pelajar, hunian vertikal bagi guru, gedung serbaguna, kantin, dapur, lapangan mini sepak bola, lapangan upacara, serta bangunan utilitas MEP. Semua bangunan dirancang dua lantai guna memaksimalkan penggunaan ruang dan efisiensi lahan.
Program Sekolah Rakyat merupakan bagian dari Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem. Pendidikan di sini dianggap sebagai fondasi intervensi jangka panjang untuk memutus rantai kemiskinan antar generasi.
Brantas Abipraya juga terlibat dalam pembangunan Sekolah Rakyat di Sulawesi Tenggara, Kalimantan Selatan, Lampung, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Sulawesi Utara. Tujuh lokasi tersebut merupakan bagian dari target nasional 200 unit Sekolah Rakyat yang dibangun secara bertahap dengan jenjang SMP, SMA, dan Sekolah Rakyat Terintegrasi.
“Peran Brantas Abipraya bukan hanya membangun fisik gedung, tetapi memastikan infrastruktur dasar, aksesibilitas, dan kualitas konstruksi mendukung keberlanjutan operasional sekolah dalam jangka panjang. Dalam pembangunannya, kami menerapkan standar mutu, ketepatan waktu, serta keselamatan kerja dalam setiap tahapan pembangunan,” tutup Agung.
Proyek ini menegaskan komitmen perusahaan terhadap pembangunan pendidikan yang tidak hanya menambah gedung, tetapi juga menciptakan fondasi bagi generasi masa depan. Dengan fokus pada kualitas, keselamatan, dan kecepatan, Brantas Abipraya berusaha memastikan setiap sekolah menjadi tempat belajar yang aman, nyaman, dan berkelanjutan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Pajak 0% 50 Tahun untuk Investor PFII
Indonesia Kejar Rp 51.000 Triliun Dana Family Office Global
PFII Ditarget Beroperasi Tahun Ini, PP Masih Digodok
Pemerintah: Belum Ada Rencana Revisi Anggaran Pertahanan
Anggaran MBG Dipangkas, BGN Klaim Tak Lagi Rp 268 T
PHK Naik 32.389, Menkeu: Itu Siklus Wajar
