Dolar AS Tembus Rp 17.900, Rupiah Terus Tertekan
Gambar atau konten salah?
Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) kembali menunjukkan penguatan terhadap rupiah pada perdagangan Senin pagi, 12 Oktober 2026. Mata uang Negeri Paman Sam tersebut berhasil menembus level psikologis Rp 17.900-an pada awal sesi perdagangan.
Berdasarkan data yang dirilis Bloomberg, dolar AS tercatat melemah tipis 0,11 persen ke posisi Rp 17.919 pada perdagangan pagi ini. Meski demikian, pergerakan mata uang tersebut terus menunjukkan tren menguat hingga menyentuh angka Rp 17.920 pada pukul 09.10 WIB.
Penguatan ini berlanjut dari penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp 17.900. Artinya, dalam sehari terakhir, dolar AS mengalami kenaikan sekitar Rp 20 terhadap rupiah.
Pada pagi hari ini, pergerakan dolar AS tercatat bervariasi jika dibandingkan dengan sejumlah mata uang utama dunia lainnya. Terhadap euro (EUR), dolar AS menguat 0,06 persen. Sementara itu, terhadap yen Jepang (JPY), mata uang AS tersebut juga mencatatkan penguatan sebesar 0,03 persen.
Penguatan dolar AS juga terjadi terhadap poundsterling Inggris (GBP) yang mencapai 0,08 persen, serta terhadap dolar Australia (AUD) yang naik 0,13 persen. Namun, tidak semua perbandingan menunjukkan penguatan.
Dolar AS justru tercatat melemah terhadap dolar Kanada (CAD) sebesar 0,08 persen. Pelemahan juga terjadi terhadap franc Swiss (CHF) yang mencapai 0,05 persen.
Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun dolar AS menguat terhadap rupiah, posisinya tidak selalu dominan di hadapan semua mata uang utama dunia. Pergerakan nilai tukar yang fluktuatif ini menjadi perhatian bagi pelaku pasar, terutama mereka yang bergantung pada stabilitas kurs untuk aktivitas perdagangan internasional maupun investasi.
Dengan level yang kini berada di kisaran Rp 17.900-an, para pelaku pasar tentu akan terus memantau perkembangan selanjutnya. Tekanan terhadap rupiah masih berlanjut, dan pergerakan dolar AS dalam beberapa hari ke depan akan sangat menentukan arah nilai tukar mata uang Garuda.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
BEI Tetapkan 19 Saham Baru dalam Kategori HSC
MSCI Putuskan Tinjauan Indeks November 2026, Indonesia Masih Emerging Market
IHSG Menguat 0,29% ke 5.943, BBCA Topang Kenaikan
IHSG Jeblok ke Bawah 6.000, Anjlok 31,91% Sepanjang 2026
Dolar AS Dekati Rp 18.000, Rupiah Melemah 0,31%
JAWA Terima Sanksi Karhutla, Manajemen Pastikan Produksi Tetap Normal
Berita Terbaru
Subsidi Elpiji Tembus Rp100 Triliun Akibat ICP Naik
Pertamina Minta Warga Tak Timbun BBM Bersubsidi di Bali
Pertamina Tambah Pasokan BBM di Bali, SPBU 24 Jam
BEI Tetapkan 19 Saham Baru dalam Kategori HSC
MSCI Putuskan Tinjauan Indeks November 2026, Indonesia Masih Emerging Market
IHSG Menguat 0,29% ke 5.943, BBCA Topang Kenaikan
