Elnusa Jadi Operator Migas Murah, Target Efisiensi 25%

Dewi M. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 61 dibaca
Bisik.id
Elnusa Jadi Operator Migas Murah, Target Efisiensi 25%

Gambar atau konten salah?

PT Elnusa Tbk (ELSA) mengumumkan perubahan besar pada tahun 2026, menargetkan posisi sebagai operator hulu minyak dan gas bumi berbiaya rendah yang bersaing di tingkat global. Perubahan ini bertujuan menanggapi dinamika industri migas yang semakin kompleks.

Direktur Utama Elnusa, Litta Ariesca, menjelaskan strategi ini di sebuah pernyataan pada Senin, 6 April 2026. "Ke depan, kami akan fokus sebagai low-cost operator untuk menggarap lapangan marginal. Kami menargetkan kegiatan operasi bisa 15% hingga 20%, bahkan mencapai 25% lebih efisien dibandingkan operasi migas saat ini," ujar Litta dalam keterangannya.

Low‑cost operator berarti perusahaan berusaha meminimalkan biaya operasional sambil menjaga kualitas. Fokus pada lapangan marginal—yang biasanya menghasilkan volume kecil—memerlukan pendekatan efisiensi tinggi. Target 15% hingga 20% peningkatan efisiensi, bahkan 25%, menunjukkan ambisi besar untuk mengurangi biaya per barrel dan per kaki kubik gas.

Langkah ini juga merupakan reaksi terhadap volatilitas harga minyak dunia dan ketegangan geopolitik. Dengan mengoptimalkan biaya, Elnusa ingin mendukung target pemerintah: mencapai 1 juta barel minyak per hari (BOPD) dan 12 miliar standar kaki kubik gas per hari (BSCFPD).

Sejalan dengan transformasi tersebut, Elnusa mengusung tema “Rediscover Technology and Innovation Age”. Tema ini menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi secara adaptif dan penguatan mindset inovatif di seluruh organisasi. "Transformasi ini bukan hanya soal menghadirkan teknologi baru, tetapi bagaimana membangun ekosistem kerja di mana setiap Perwira Elnusa mampu berpikir lebih cepat, lebih aman, dan lebih efisien dalam menjalankan operasional," tambah Litta.

Untuk mendukung strategi ini, Elnusa memperkuat kapabilitas layanan hulu migas, mencakup geoscience, survei seismik, pengeboran, hingga optimasi lapangan eksisting. Perusahaan juga menjalin sinergi dengan entitas Pertamina Group, termasuk Pertamina Hulu Energi (PHE) dan Pertamina Technology, Innovation & Infrastructure (TI&I).

Inovasi yang dikembangkan meliputi teknologi vibroseis untuk Enhanced Oil Recovery (EOR) dan penggunaan alat Inline Inspection (ILI) guna memastikan keandalan jaringan pipa migas nasional sepanjang lebih dari 21.000 km. "Melalui teknologi ILI, kami dapat melakukan deteksi dini terhadap kondisi pipa, sehingga tindakan pemeliharaan dapat dilakukan secara tepat waktu sebelum terjadi potensi kebocoran," jelas Litta.

Selain memperkuat bisnis inti, Elnusa mendorong diversifikasi usaha. Perusahaan mengembangkan jasa survei seismik untuk sektor nonmigas dan memperluas pasar internasional dengan pengiriman Oil Country Tubular Goods (OCTG) ke Aljazair.

Keberhasilan ini diakui sebagai hasil penerapan prinsip operational excellence dan integrasi end‑to‑end di seluruh lini bisnis. "Keberhasilan ini merupakan hasil dari penerapan prinsip operational excellence dan integrasi end-to-end di seluruh lini bisnis. Ke depan, kami akan terus meng-upgrade teknologi untuk memberikan kontribusi optimal terhadap target produksi nasional sekaligus menjaga keberlanjutan bisnis," pungkas Litta.

Dengan fokus pada efisiensi, inovasi, dan kolaborasi strategis, Elnusa menyiapkan diri untuk menjadi pemain penting dalam industri migas Indonesia, sekaligus mendukung ambisi nasional mencapai produksi tinggi dengan biaya rendah.

Elnusaoperator low-costmigasinovasi teknologiefisiensiPertaminaEnhanced Oil Recovery

Komentar

Memuat komentar...