Film Baru Pidi Baiq "Dan Bandung" Tayang Agustus 2026

Ratna D. · 4 min baca · 2 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Film Baru Pidi Baiq "Dan Bandung" Tayang Agustus 2026

Gambar atau konten salah?

Verona Films, rumah produksi yang berbasis di Bandung, secara resmi meluncurkan film bioskop terbaru mereka yang berjudul "Dan Bandung". Film ini merupakan hasil adaptasi dari novel terbaru karya Pidi Baiq dan dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia pada 20 Agustus 2026.

Berbeda dari adaptasi karya Pidi Baiq sebelumnya, "Dan Bandung" mengandalkan wajah-wajah baru sebagai pemeran utama. Sutradara Rudi Soedjarwo dipercaya untuk mengemas kisah percintaan anak muda menjadi cerita yang memiliki kedalaman emosi. Film ini juga menandai kolaborasi pertama antara Pidi Baiq dan Rudi Soedjarwo.

Pidi Baiq mengaku senang saat mengetahui novel terbarunya akan diadaptasi oleh sutradara sekaliber Rudi Soedjarwo. "Saya senang banget sutradaranya dia. Ketika ditawari bakal digarap Mas Rudi, saya langsung mau. Saya berharap nanti filmnya bakal bagus," ujar Pidi Baiq dalam sesi peluncuran teaser poster dan trailer di Gulapadi, Kota Bandung, Jumat (19 Juni 2026) sore.

Di sisi lain, Rudi Soedjarwo merasa tertantang untuk mengadaptasi novel Pidi Baiq ke layar lebar. Apalagi setelah kesuksesan film-film adaptasi dari novel-novel Pidi Baiq sebelumnya yang meledak di pasaran. "Saya tahu Ayah Pidi bukunya bagus, jadi dalam hati kecil saya merasa hal tersebut harus dijaga reputasinya, saya enggak mau filmnya jelek. Jadi saya memperlakukan Dan Bandung ini seolah seperti film pertama saya," terangnya.

Salah satu keputusan utama Rudi adalah merekrut para pendatang baru sebagai pemain. Ia tidak ingin ada kesan penokohan tertentu yang sudah melekat pada seorang aktor ketika memerankan filmnya. "Sebenarnya karena ego juga, saya terkadang gengsi kalau pemain saya dipakai di banyak film. Ada aktor yang setahun bisa main di 5 judul, akan susah bikin orang lupa dengan film sebelumnya," jelas Rudi.

Di sisi lain, ia merasa memiliki tanggung jawab untuk memberi ruang bagi talenta-talenta baru di industri perfilman Indonesia. "Ada panggilan yang membuat saya merasa harus bisa memberdayakan dan melahirkan aktor-aktor baru," lanjutnya.

Ketika pertama kali membaca cerita tersebut, Rudi mengira film ini hanya mengangkat kisah remaja biasa. Namun semakin mendalami naskah, ia menemukan lapisan cerita yang lebih kompleks. "Tidak banyak kisah percintaan remaja yang menempel di benak dan memberi kesan mendalam. Apalagi Bandung itu selalu bikin saya penasaran. Romantisme di Bandung nggak pernah mati. Akan sulit kalau syutingnya enggak di Bandung," ujarnya.

Dalam teaser trailer yang diputar perdana, penonton diperlihatkan cuplikan perjalanan cinta tokoh Basil dan Elma yang hangat sekaligus penuh konflik. Visual yang ditampilkan juga memperlihatkan sejumlah sudut Kota Bandung yang menjadi bagian penting dari perjalanan kedua tokoh utama. Sementara itu, teaser poster menampilkan kelompok anak muda yang menjadi pusat cerita. Tokoh Basil dan Elma berada di bagian tengah, dengan panorama kawasan Alun-alun Kota Bandung sebagai latar.

Film ini mengisahkan Basil yang merasa hidupnya penuh luka saat menjalani hari-hari di Kota Bandung, terutama setelah hubungannya dengan Elma terpaksa kandas. Bagi Basil, Bandung menyimpan begitu banyak kenangan sekaligus menjadi sumber luka yang terus menghantuinya. Untuk melupakan rasa sakit tersebut, Basil memutuskan pergi ke Belanda. Di Amsterdam, ia mencoba menjalani hidup baru hingga bertemu Nadine, seorang mahasiswi Indonesia yang tanpa sengaja mengingatkannya kembali pada Elma.

Pertemuan itu membuat Basil kembali menghadapi kenangan yang selama ini berusaha ia kubur. Ia akhirnya pulang ke Bandung dengan harapan dapat menyembuhkan luka hatinya. Namun, kepulangannya justru membuka sebuah rahasia besar yang kembali mengguncang hidupnya.

Pemeran Elma, Shanna Shannon, mengaku sempat merasakan tekanan besar ketika dipercaya menjadi tokoh utama dalam film ini. Apalagi setelah mengetahui bahwa film tersebut diadaptasi dari novel yang sebelumnya sukses besar. "Jujur karena ini film pertamaku, langsung dari novel Ayah Pidi dan sutradaranya Rudi Soedjarwo. Gimana ini? Pressure-nya ada banget, malah sempat sakit perut terus karena nervous. Tapi ini pengalaman luar biasa," tuturnya.

Ketegangan tersebut berhasil dilalui karena para cast terlebih dahulu melalui proses latihan. Arahan dari sutradara dan sesama aktor pun dinilai membantunya mengeluarkan kemampuan terbaik. "Sebelum syuting ada masa-masa simulasi sebulan lebih. Aku sangat di-guide sama Om Rudy dan cast lain. Aku benar-benar berusaha keras," ungkapnya.

Hal serupa dirasakan Samo Rafael yang memerankan karakter Basil. Meski ini bukan film layar lebar pertamanya, ia mengaku merasakan beban karena film-film adaptasi novel Pidi Baiq sebelumnya telah melekat di benak masyarakat. "Ketika ditawarin film ini otomatis langsung diambil karena aku juga ngefans banget sama Om Rudi. Tapi jujur jadi beban berat banget karena film Dilan kan sukses besar. Ada bisikan dalam hati gimana setidaknya agar bisa seperti Dilan, padahal karakter Basil dan Dilan itu beda banget," papar Samo.

Samo menegaskan bahwa "Dan Bandung" menawarkan cerita yang jauh lebih dalam dibanding sekadar kisah cinta remaja. Ia mengatakan, film ini juga mengangkat cerita tentang keluarga, kehilangan, harapan, dan proses berdamai dengan masa lalu. "Banyak diomongin bahwa ini film romantis, tapi sebenarnya juga dalam banget. Bukan cuma cerita cinta, tapi juga tentang keluarga, masa depan, harapan. Pas nonton akan ngerti."

Menurutnya, film ini lebih banyak menggali kehidupan pribadi Basil dan Elma sehingga penonton dapat memahami perjalanan emosional kedua karakter secara lebih mendalam. Samo menjelaskan karakter Basil merupakan remaja yang menghadapi banyak persoalan hidup hingga akhirnya bertemu Elma. "Basil remaja sama seperti orang-orang, tapi banyak masalah yang makin berkembang dan challenging ketika dia ketemu Elma. Film ini ngasih lihat bahwa di tengah kehancuran, masih ada mimpi dan cinta," jelasnya.

Film "Dan Bandung" menjadi bukti bahwa Rudi Soedjarwo dan Pidi Baiq ingin menghadirkan sesuatu yang berbeda dari adaptasi-adaptasi sebelumnya. Dengan mengandalkan pendatang baru dan cerita yang tidak hanya berfokus pada romansa, film ini mencoba menawarkan pengalaman sinematik yang lebih kompleks. Bandung sebagai latar cerita bukan sekadar tempat, melainkan karakter yang hidup dan memengaruhi perjalanan emosional para tokohnya.

Dan BandungPidi BaiqRudi Soedjarwofilm adaptasiVerona FilmsShanna ShannonSamo Rafael

Komentar

Memuat komentar...