Arkeolog Temukan 9 Rangka di Makam Keponakan Ratu, Bukan Jasadnya

Fajar H. · 3 min baca · 3 menit lalu · 2 dibaca
Bisik.id
Arkeolog Temukan 9 Rangka di Makam Keponakan Ratu, Bukan Jasadnya

Gambar atau konten salah?

Di balik tembok tebal Biara Kerajaan Santa Maria dari Pedralbes di Barcelona, tersimpan rahasia yang baru terungkap setelah tujuh abad. Pada tahun 1327, Ratu Elisenda dari Aragon mendirikan biara ini. Ia memilih tempat itu sebagai peristirahatan terakhirnya. Tepat di peringatan 700 tahun berdirinya biara, para arkeolog memulai penggalian resmi di lokasi makam. Namun, mereka tidak hanya menemukan apa yang mereka cari. Mereka menemukan sesuatu yang jauh lebih mencengangkan.

Makam utama memang berisi sisa-sisa kerangka Ratu Elisenda dari Montcada. Tulang-tulangnya disimpan dalam sebuah kotak kayu dari abad pertengahan. Kotak itu dihiasi dengan sutra dan berbagai pernak-pernik. Informasi ini berasal dari pernyataan resmi yang diterjemahkan oleh Institut Kebudayaan Barcelona.

Menurut institut tersebut, Elisenda dikenal sebagai ratu yang sangat taat beragama. Setelah suaminya, James II dari Aragon, meninggal dunia, ia memilih pindah ke istana kecil yang terletak di sebelah biara. Biara itu sendiri dikelola oleh sekelompok biarawati Katolik yang disebut Poor Clares. Meskipun begitu, Elisenda tetap memiliki pengaruh besar atas komunitas tersebut. Ia mengeluarkan empat peraturan khusus. Ia juga mengatur dengan jelas kepada siapa saja sebagian besar hartanya akan diwariskan.

Makam Elisenda mencerminkan hubungan eratnya dengan kehidupan biara. Bukti arkeologis menunjukkan ia dimakamkan dengan pakaian yang sangat sederhana. "Mungkin ini terkait dengan gaya hidup monastik yang ia jalani," demikian bunyi pernyataan dari institut tersebut. Analisis lebih lanjut mengungkapkan bahwa Elisenda meninggal di usia sekitar 70 tahun. Kemungkinan besar penyebab kematiannya adalah berbagai penyakit yang menyerang tulang-tulangnya.

Tujuh makam lain yang membuka tabir masa lalu

Kejutan sesungguhnya justru datang dari tujuh makam lain yang dibuka untuk keperluan peringatan. Salah satu makam diduga milik seorang ksatria Aragon bernama Artau de Foces. Di dalam makam itu, para peneliti menemukan sisa-sisa tiga bayi dan dua wanita muda. Namun, tidak ada satu pun tanda keberadaan laki-laki di dalam makam yang dikaitkan dengan sang ksatria.

Makam lainnya, yang diyakini milik keponakan Elisenda, menyimpan kejutan yang lebih besar. Makam itu berisi tulang-tulang dari setidaknya sembilan individu yang berbeda. "Ini adalah lompatan kualitatif yang besar," kata Anna Castellano, kepala kurator biara, kepada Catalan News. "Sampai sekarang, kami hanya bisa mempelajari masa lalu melalui bukti-bukti yang tersisa, seperti bangunan bersejarah ini, makam sang ratu, atau lambang kebangsawanan."

Makam yang diyakini milik Francesca Saportella, keponakan Elisenda, ternyata berisi sembilan individu dari periode waktu yang berbeda. Di antaranya adalah empat laki-laki yang memiliki luka tusuk. Ada juga torso mumi seorang wanita hamil. Namun yang paling mengejutkan, tidak satu pun dari sembilan individu itu adalah Francesca Saportella.

"Ini adalah kesempatan emas untuk mempelajari karakteristik fisik orang-orang ini," ujar Josep Maria Vila, salah satu direktur proyek, kepada APD. "Kami juga bisa mempelajari segala hal yang berkaitan dengan upacara pemakaman dan sistem penguburan di komunitas-komunitas seperti ini."

Penelitian yang masih panjang

Pengungkapan yang mengejutkan ini barulah awal. Proyek penggalian dan penelitian dijadwalkan akan berlanjut hingga setidaknya tahun 2027. Tim peneliti tidak hanya menemukan artefak dari situs pemakaman. Mereka juga berhasil mengumpulkan lebih dari 200 sampel arkeobotani. Selain itu, jejak DNA dari Ratu Elisenda dan individu-individu lain juga telah diambil untuk dianalisis lebih lanjut.

"Tujuh ratus tahun setelah biara ini didirikan, masih banyak pertanyaan yang belum terjawab," demikian pernyataan penutup dari institut tersebut. "Tantangan untuk tahun-tahun mendatang adalah mengubah temuan awal ini menjadi sebuah bacaan sejarah yang utuh. Bacaan itu harus bisa membantu kita memahami bukan hanya siapa orang-orang ini, tetapi juga bagaimana mereka hidup, bagaimana mereka meninggal, dan bagaimana mereka dikenang."

Singkatnya, apa yang dimulai sebagai pencarian makam seorang ratu, berubah menjadi petualangan arkeologi yang mengungkap kompleksitas kehidupan, kematian, dan misteri yang masih tersembunyi di balik dinding-dinding batu biara.

ratu elisendabiara pedralbesarkeologimakampenggalianpenemuanbarcelona

Komentar

Memuat komentar...