Belasan Kampung Bernama Sambong di Tasikmalaya, Warga Waspada Salah Alamat

Fajar H. · 2 min baca · 3 menit lalu · 2 dibaca
Bisik.id
Belasan Kampung Bernama Sambong di Tasikmalaya, Warga Waspada Salah Alamat

Gambar atau konten salah?

Di Kota Tasikmalaya, menyebut nama "Sambong" saja tidak cukup. Di wilayah Kecamatan Mangkubumi, ada belasan kampung yang semuanya diawali dengan kata Sambong. Ini membuat orang harus ekstra hati-hati saat bertanya alamat.

Secara resmi, dokumen administrasi kependudukan hanya mencatat dua nama: Sambongpari dan Sambongjaya. Keduanya adalah nama kelurahan di Kecamatan Mangkubumi. Namun jika menyusuri lebih dalam ke lapangan, ternyata ada puluhan nama kampung yang tersebar.

Berikut daftar lengkap nama kampung yang berada di wilayah tersebut:

  1. Sambongpari (nama kelurahan)
  2. Sambongjaya (nama kelurahan)
  3. Sambongpari Kaler
  4. Sambongpari Kulon
  5. Sambongpari Kidul
  6. Sambongpari Warung
  7. Sambong Tengah
  8. Sambong Hilir
  9. Sambong Girang
  10. Sambong Permai
  11. Sambong Sawah
  12. Sambong Asem
  13. Sambong Doger
  14. Sambong Nyalindung
  15. Sambong Gunung Malati
  16. Sambong PLN
  17. Sambong Bencoy
  18. Sambong Babakan Tempe

Hani, seorang pedagang di Kampung Sambong Sawah, mengaku risih. "Kalau nanya alamat hanya Sambong saja, pasti bingung soalnya ada macam-macam nama Sambong di sini," katanya pada Jumat, 19 Juni 2026.

Bahkan, dua di antaranya—Sambong Permai dan Sambong Gunung Malati—masuk ke wilayah Kecamatan Kawalu, bukan Mangkubumi. "Sambong Permai itu berasal dari nama perumahan. Nah itu sama Sambong Gunung Malati, masuknya Kecamatan Kawalu. Nggak masuk Kecamatan Mangkubumi. Jadi Sambong itu luas," jelas Hani.

Luas wilayah Kelurahan Sambongjaya mencapai 2,3 kilometer persegi. Sementara Kelurahan Sambongpari seluas 1,9 kilometer persegi.

Soal asal-usul nama "Sambong" sendiri, ada dua cerita yang beredar. Pertama, lewat cerita rakyat tentang Danau Situ Gede di Kecamatan Mangkubumi. Kisah ini terkait dengan meninggalnya Prabu Ardilaya. Konon, saat jenazahnya dibawa, keranda patah di perjalanan. Harus disambung. Dari momen itulah kata "Sambung" bergeser menjadi "Sambong".

Versi kedua lebih membumi. Ada tanaman bernama Sambong yang dulu banyak tumbuh di sana. Dalam tradisi Sunda, tanaman ini dikenal sebagai obat batuk. Di Jawa, orang menyebutnya Sembung Utan.

"Sambong atau sembung itu bentuknya seperti rumput liar, di kebun biasanya banyak tumbuh. Ciri khas daun dan batangnya ada bulu halus, kalau diremas ada wangi balsem, wangi hangat. Makanya suka dijadikan obat batuk atau obat 'balur' (obat gosok)," kata Hamim (65), warga Kecamatan Indihiang.

Hamim yakin nama tempat di Jawa Barat banyak yang berasal dari pepohonan. "Kan di Sunda lazim seperti itu, ada pohon waru miring, jadi nama tempat Waru Doyong. Banyak daun tarum yang ungu, jadi Pataruman. Ada pohon beringin, jadi Caringin. Ya sama dengan Sambong," katanya.

Dari belasan nama yang tersebar, mulai dari Sambongpari hingga Sambong Babakan Tempe, semuanya punya akar yang sama. Ada yang percaya pada kisah patahnya keranda jenazah. Ada pula yang meyakini nama itu berasal dari tanaman liar beraroma balsem. Dua versi, satu nama—dan cukup membuat orang tersesat jika hanya menyebut "Sambong" saja.

SambongKampungTasikmalayaMangkubumiKelurahanAsal-usulTanaman

Komentar

Memuat komentar...