Garda Indonesia Tuntut Subsidi BBM ke Motor Listrik Ojek
Gambar atau konten salah?
Jakarta – Asosiasi Pengemudi Ojek Online Garda Indonesia mengajukan permintaan kepada pemerintah untuk meninjau ulang alokasi subsidi bahan bakar minyak (BBM). Tujuannya adalah mengalihkan sebagian subsidi tersebut menjadi dukungan bagi pembelian sepeda motor listrik bagi pengemudi ojek online (ojol). Langkah ini diambil menanggapi risiko kekurangan pasokan minyak mentah global akibat konflik di Timur Tengah.
Ketua Umum Garda Indonesia, Raden Igun Wicaksono, menilai ekosistem ojek daring telah menjadi pilar utama dalam rantai pasok barang usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta transportasi penumpang yang efisien. “Dengan estimasi 7 juta pengemudi ojek daring di seluruh Indonesia, pengalihan subsidi BBM ke sepeda motor listrik merupakan langkah strategis yang tepat sasaran, guna mengurangi ketergantungan impor BBM, menekan emisi gas rumah kaca, dan memperkuat ketahanan energi nasional,” ujarnya.
Igun mengimbau pemerintah untuk segera mengkaji dan mengimplementasikan kebijakan ini, termasuk skema pembiayaan kredit berbunga rendah bagi pengemudi ojek daring. Ia juga menilai perlunya penyediaan fasilitas pembiayaan yang terjangkau untuk program penukaran sepeda motor berbahan bakar minyak. Menurutnya, inisiatif tersebut tidak hanya menjadi solusi mitigasi krisis BBM, melainkan juga katalisator transformasi ekonomi berkelanjutan melalui sektor gig economy.
Ia mengaku siap menjalin kerja sama serta kajian bersama dengan instansi pemerintah untuk merealisasikan hal tersebut. “Asosiasi siap menjalin kerja sama serta kajian bersama dengan instansi pemerintah, terkait, platform ojek daring, sektor pembiayaan serta produsen sepeda motor listrik untuk realisasi program sebagai bentuk mitigasi potensi krisis BBM di Indonesia,” tambah Igun.
Dengan 7 juta pengemudi yang bergantung pada BBM, transisi ke motor listrik dapat menurunkan emisi dan mengurangi beban impor. Pemerintah diharapkan dapat menilai manfaat ekonomi dan lingkungan dari kebijakan ini, serta menyusun mekanisme pembiayaan yang mendukung para pengemudi dalam beralih ke kendaraan listrik.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Pajak 0% 50 Tahun untuk Investor PFII
Indonesia Kejar Rp 51.000 Triliun Dana Family Office Global
PFII Ditarget Beroperasi Tahun Ini, PP Masih Digodok
Pemerintah: Belum Ada Rencana Revisi Anggaran Pertahanan
Anggaran MBG Dipangkas, BGN Klaim Tak Lagi Rp 268 T
PHK Naik 32.389, Menkeu: Itu Siklus Wajar
