Geliga-1 Temukan Gas Raksasa di Kutai, ENI Sinopec Berhasil

Iwan D. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 55 dibaca
Bisik.id
Geliga-1 Temukan Gas Raksasa di Kutai, ENI Sinopec Berhasil

Gambar atau konten salah?

Di Jakarta, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengumumkan kabar baik dari eksplorasi hulu migas Indonesia. Pada tanggal 20 April 2026, ia menginformasikan bahwa sumur Geliga‑1 di Blok Ganal, Kutai, lepas pantai Kalimantan Timur, telah menemukan cadangan gas raksasa.

Sumur ini berada di Wilayah Kerja (WK) Ganal yang dioperasikan oleh perusahaan energi asal Italia, ENI. ENI memiliki kepemilikan sebesar 82 %, sementara sisanya 18 % dimiliki oleh Sinopec. Temuan ini menandai keberhasilan eksplorasi yang melibatkan dua pemain besar di industri migas.

Bahlil menyebut temuan ini menjadi sinyal positif bagi upaya memperkuat pasokan energi dalam negeri di tengah kebutuhan yang terus meningkat.

Menurut Menteri, potensi cadangan gas di sumur Geliga‑1 mencapai 5 triliun kaki kubik (Tcf) dan 300 juta barel kondensat. Angka ini menunjukkan besarnya potensi sumber daya gas Indonesia, khususnya di Cekungan Kutai, Kalimantan Timur.

ENI merencanakan produksi puncak sebesar 2.000 MMSCFD pada tahun 2028, yang akan meningkat hingga 3.000 MMSCFD pada tahun 2030. Saat ini, produksi ENI berada di kisaran 600–700 MMSCFD, sehingga target tersebut menandakan lonjakan signifikan.

“lni adalah strategi untuk bagaimana gas kita, tidak kita lakukan impor dari negara manapun, kita harus memenuhi kebutuhan dalam negeri kita, dan gas ini kita akan dorong untuk industri hilirisasi,” ujar Bahlil. Ia menekankan pentingnya memanfaatkan gas domestik untuk mengurangi ketergantungan impor.

“Kedua, ini akan mengurangi import crude kita dengan penambahan kondensatnya kurang lebih sekitar 90 sampai 150 ribu barel nanti pada tahun 2030,” sambungnya. Penambahan kondensat ini diharapkan dapat menurunkan kebutuhan impor minyak mentah.

Sumur Geliga dibor hingga kedalaman sekitar 5.100 meter dengan kedalaman air sekitar 2.000 meter. Penemuan ini memperpanjang catatan keberhasilan ENI di Cekungan Kutai, setelah sebelumnya menemukan cadangan besar di Geng North pada tahun 2023 dan sumur Konta‑1 pada tahun 2025.

Temuan gas ini muncul setelah keputusan investasi akhir (Final Investment Decision, FID) untuk sejumlah proyek gas, termasuk Gendalo dan Gandang (South Hub), serta Geng North dan Gehem (North Hub). Untuk pengembangan, proyek North Hub akan menggunakan fasilitas terapung (Floating Production Storage and Offloading, FPSO) baru dengan kapasitas 1 miliar kaki kubik gas per hari (bscfd) dan 90.000 barel kondensat per hari (bpd). Proyek ini juga akan memanfaatkan fasilitas yang sudah ada, termasuk Kilang LNG Bontang.

Selain sumur Geliga, Bahlil juga menyebut temuan pada sumur Gula, yang menghasilkan gas sekitar 2 TCF dan 75 juta barel kondensat. Dari kedua sumur tersebut, estimasi awal kombinasi sumber daya Geliga dan Gula berpotensi menghasilkan tambahan produksi hingga 1.000 mmscfd gas dan 90.000 bpd kondensat.

Temuan gas jumbo di Blok Ganal membuka peluang percepatan pengembangan infrastruktur gas terintegrasi. ENI saat ini tengah mengevaluasi skema pengembangan yang bersinergi dengan proyek North Hub serta fasilitas eksisting seperti Kilang LNG Bontang, guna mempercepat monetisasi temuan dan mengoptimalkan nilai tambah bagi negara.

Dengan temuan ini, Indonesia menunjukkan bahwa potensi migas masih sangat besar. Eksplorasi yang melibatkan ENI menegaskan bahwa wilayah Cekungan Kutai tetap menjanjikan. Pemerintah menilai langkah ini sebagai bagian penting dalam upaya swasembada energi, mengurangi impor, dan memperkuat ketahanan energi nasional.

Geliga-1Blok GanalENISinopecCekungan KutaiMMSCFDKilang LNG Bontang

Komentar

Memuat komentar...