Gempa 7,6 di Laut Bitung, Dampak Minimal di 3 Provinsi
Gambar atau konten salah?
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 terjadi di laut 129 km arah tenggara Bitung pada pukul 05.48 WIB tanggal 02 April 2026. Gempa dilaporkan pada koordinat 1,25° lintang utara dan 126,27° bujur timur, kedalaman 33 km. Dampaknya dirasakan minimal di tiga provinsi: Maluku Utara, Sulawesi Utara, dan Gorontalo.
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa infrastruktur di Sulawesi Utara masih aman. Ia menambahkan bahwa jalan raya di Minahasa Utara dan Bitung tidak mengalami kerusakan serius, dan tidak ada jembatan yang terputus. “Untuk Minahasa Utara dan Bitung, sementara ini jalan‑jalan dan jembatan masih aman. Terus, memang di kantor kami di Maluku Utara semua kaca pecah. Jadi, hari ini teman‑teman di Balai Jalan Nasional Maluku Utara sedang work from home sambil mengikuti arahan dari BMKG dan BPPD,” ujar Dody di Kementerian PU Jakarta Selatan.
Di Maluku Utara, beberapa kaca di gedung kementerian pecah akibat gempa. Para staf bekerja dari rumah sambil memantau peringatan dan arahan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPPD). Kegiatan ini memastikan bahwa koordinasi tetap berjalan meski kantor fisik tidak dapat diakses sepenuhnya.
Di Gorontalo, beberapa ruas jalan dilaporkan mengalami kerusakan dan longsor. Pemerintah daerah sedang berkoordinasi dengan BMKG, BPBD, dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (Basarnas) untuk mempercepat penanganan di lapangan. “Untuk yang di Gorontalo, sementara waktu memang ada beberapa ruas jalan yang terkena masalah dan ada beberapa longsor. Kita sedang koordinasi dengan BPPD dan BMKG dan Basarnas untuk kemudian bisa secara secepatnya menyelesaikan longsoran‑longsoran itu,” jelas Dody.
Jika ditemukan kerusakan lebih lanjut, seperti jembatan putus, kementerian akan mengambil langkah darurat dengan membangun jembatan sementara. Tujuannya agar arus logistik dan pergerakan masyarakat tidak terganggu. “Supaya arus logistik, tidak terganggu, dan kalau memang diperlukan nanti berikutnya kita akan bikin yang lebih permanen. Tapi sementara waktu, kita kejar dulu supaya arus pergerakan manusia atau logistik tidak terganggu,” tambah Dody.
Penanganan darurat menjadi prioritas utama, sementara pembangunan infrastruktur permanen akan dilakukan setelah kondisi dinilai aman. Dengan koordinasi lintas lembaga, upaya pemulihan di daerah terdampak diharapkan dapat berlangsung cepat dan terkoordinasi.
Gempa ini menegaskan pentingnya kesiapsiagaan dan respons cepat dari instansi terkait. Koordinasi antara kementerian, BMKG, BPBD, dan Basarnas menjadi kunci dalam mengurangi dampak bencana dan memastikan keamanan infrastruktur serta mobilitas masyarakat tetap terjaga.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Pemerintah Pertimbangkan Angkat KSPI Said Iqbal ke Kabinet
PGN Layanan Mata Gratis: 300 Peserta Diperiksa Jakarta
Kementerian Energi Tinjau Penundaan Batu Bara China PT DSI
Prabowo Kunjungi Danantara untuk Fokus AI dan Robotik
Nanik Deyang Dilantik Kepala BGN, Fokus Makan Bergizi
Dolar AmAs Tetap Unjuk Kuat, Listrik Rumah Tangga Tak Naik
Berita Terbaru
Rumor Nafkah Anak Rp500 Ribu Ditolak, Tuntutan Rp25 Juta
Surabaya Cerah Hari Ini, Suhu 26‑32°C, Waspada Panas
Herdman Pilih Ferarri Meski Cakupan Ringan Berdasarkan Profil
5 Juni 2026: Hari Baik untuk Kegiatan Adat dan Ritual Bali
Piala Dunia 2026: 48 Tim, 3 Tuan Rumah, Estadio Azteca
Sabar & Reza Raih Perempatfinal Indonesia Open di Istora
Jadwal Sholat Surabaya 5 Juni 2026: Mulai Imsak 04.05 WIB
Jonatan Christie Batalkan Alwi Farhan, Raih Papan Indonesia
Jadwal Salat Denpasar 05 Juni 2026: Subuh, Zuhur, Asar
Jakarta Menang di Short Course, Ade Jona Cita Olimpiade
