Green SM Ungkap Kecelakaan Taksi Listrik di Bekasi Timur

Arif S. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 90 dibaca
Bisik.id
Green SM Ungkap Kecelakaan Taksi Listrik di Bekasi Timur

Gambar atau konten salah?

Green SM Indonesia mengeluarkan pernyataan resmi di akun Instagram @id.greensm setelah satu unit taksi listriknya terlibat dalam kecelakaan kereta di Bekasi Timur. Perusahaan mengekspresikan duka mendalam dan belasungkawa kepada keluarga korban, menegaskan perhatian serius terhadap insiden tersebut.

“Kami menyampaikan duka mendalam serta belasungkawa kepada keluarga dan orang-orang terdekat dari para korban. Kami menaruh perhatian atas insiden ini dan berharap seluruh pihak yang terlibat segera pulih serta berada dalam kondisi aman,” tulis Green SM Indonesia pada Selasa, 28 April 2026.

Perusahaan menegaskan bahwa kejadian masih dalam proses investigasi. “Saat ini, insiden tersebut masih dalam proses investigasi dan belum terdapat kesimpulan resmi dari pihak berwenang. Green SM terus berkoordinasi dengan otoritas terkait dengan menyampaikan informasi yang relevan serta mendukung jalannya investigasi,” tambah mereka.

Green SM Indonesia juga menegaskan komitmennya terhadap standar keselamatan. “Kami berkomitmen untuk menjaga standar operasional yang ketat guna mendukung keselamatan pengemudi, penumpang, dan masyarakat,” jelas perwakilan perusahaan.

Kecelakaan tragis terjadi pada Senin, 27 April 2026 malam, ketika KA Argo Bromo Anggrek bertabrakan dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur. Banyak korban meninggal dan terluka, menambah keprihatinan publik. Sebelum insiden, satu unit taksi listrik Green SM diduga mogok atau berhenti di perlintasan sebidang dekat stasiun. Akibatnya, KRL harus berhenti, lalu ditabrak dari belakang oleh kereta jarak jauh.

Menanggapi kejadian, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengumumkan bahwa ia telah memerintahkan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Aan Suhanan, untuk menemui pihak Green SM. “Tadi saya sudah minta Dirjen Perhubungan Darat untuk bertemu dengan pengelola taksi hijau tersebut untuk melakukan evaluasi. Mudah-mudahan tadi kalo jadi hari ini mestinya,” kata Dudy di Stasiun Bekasi Timur pada Selasa, 28 April 2026.

Insiden ini menyoroti pentingnya koordinasi antara operator transportasi dan otoritas rail. Keterlambatan atau kegagalan dalam komunikasi dapat berakibat fatal, seperti yang terlihat pada kejadian ini. Green SM Indonesia berjanji akan terus memperbaiki prosedur keselamatan dan transparansi, sekaligus mendukung proses investigasi yang sedang berlangsung.

Green SM Indonesiataksi listrikkecelakaan keretaBekasi TimurinvestigasikeselamatanKRLDudy Purwagandhi

Komentar

Memuat komentar...