Hantavirus di Karangasem, Pariwisata Tetap Beroperasi

Jaka M. · 2 min baca · 20 hari lalu · 51 dibaca
Bisik.id
Hantavirus di Karangasem, Pariwisata Tetap Beroperasi

Gambar atau konten salah?

Virus Hanta kini membuat para pelaku pariwisata di Kabupaten Karangasem waswas. Kabar ini datang di tengah upaya sektor pariwisata yang mulai pulih setelah pandemi COVID‑19.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Karangasem, I Wayan Kariasa, menyatakan bahwa para pelaku pariwisata baru saja mulai bangkit setelah terhenti beberapa tahun lalu. Namun, munculnya hantavirus menambah kekhawatiran akan dampak yang mungkin terjadi kembali.

“Kami sebagai pelaku pariwisata pasti khawatir kalau penanganannya lengah seperti COVID‑19, karena pariwisata sangat sensitif,” kata Kariasa, Rabu (13 Mei 2026). Ia menegaskan bahwa hingga kini belum ada laporan kejadian yang berdampak langsung terhadap sektor pariwisata di Karangasem. Operasional hotel dan restoran masih berjalan normal, dan kunjungan wisatawan tetap stabil.

PHRI meminta pemerintah untuk memperketat pintu masuk Bali melalui skrining kesehatan dan upaya pencegahan lainnya. Selain itu, Dinas Kesehatan diminta menyiapkan sistem deteksi dini guna mencegah penyebaran virus tersebut di Bali.

“Pemerintah harus maksimal melakukan pencegahan. Jangan sampai kejadian seperti COVID‑19 terulang,” ujar Kariasa. Ia juga mengungkapkan bahwa tingkat hunian hotel di Kabupaten Karangasem mulai meningkat. Sebelumnya, rata‑rata okupansi berada di 30‑40 persen; kini telah naik menjadi 45‑50 persen. “Semoga terus mengalami peningkatan. Terlebih Minggu ini akan ada long weekend, semoga ada peningkatan lagi dari wisatawan lokal atau domestik,” tambahnya.

Dari sisi kesehatan, Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Provinsi Bali, Dr dr I Nyoman Gede Anom M.Kes, mengajak seluruh warga Bali untuk meningkatkan kewaspadaan terkait keberadaan virus Hanta. Ia menegaskan bahwa belum ada kasus Hantavirus di Bali dan tim Dinas Kesehatan terus memperkuat surveilans.

“Sampai saat ini, Dinas Kesehatan Provinsi Bali memastikan belum ada kasus Hantavirus dan Tim Dinas Kesehatan juga terus memperkuat surveilans,” kata Nyoman kemarin. Langkah tersebut melibatkan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dan fasilitas kesehatan se‑Bali (rumah sakit, klinik, dan puskesmas) untuk memantau pasien dengan gejala flu berat yang memiliki riwayat kontak dengan tikus atau berada di lingkungan tidak bersih.

“Kita juga melaksanakan skrining di pintu masuk, terutama memperketat skrining terhadap pekerja migran atau kru kapal pesiar yang kembali ke Bali,” dia menegaskan. Ia menambahkan, “Saya selaku Kepala Dinas Kesehatan menghimbau Krama Bali untuk tidak panik namun tetap waspada dengan melakukan hal‑hal berikut di antaranya adalah menjaga kebersihan rumah agar tidak menjadi sarang tikus (melakukan PHBS atau Perilaku Hidup Bersih dan Sehat).”

Nyoman juga mengimbau warga untuk membersihkan rumah atau gudang yang lama tidak dipakai menggunakan masker dan sarung tangan, serta tidak menyapu kotoran tikus secara kering agar debu tidak terbang (disarankan disemprot disinfektan terlebih dahulu). Selain itu, dia meminta warga segera melapor ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami demam tinggi disertai nyeri otot berat setelah kontak dengan lingkungan berdebu atau banyak tikus.

Sementara itu, Bandara Soekarno Hatta menerapkan pengawasan ekstra kepada turis‑turis dari empat negara, yaitu untuk penerbangan dari Amerika Serikat, Argentina, Uruguay, dan Panama.

Secara keseluruhan, virus Hanta menambah beban bagi pelaku pariwisata di Karangasem yang sudah berusaha pulih. Pemerintah dan lembaga kesehatan berkolaborasi untuk memperketat skrining dan meningkatkan surveilans, sementara sektor pariwisata berharap tingkat hunian hotel terus meningkat, terutama di masa long weekend mendatang.

virus Hantapariwisata KarangasemPHRI Karangasemskrining kesehatansurveilans kesehatanCOVID‑19hunian hotel

Komentar

Memuat komentar...