Harga Avtur Naik 16% di Indonesia, Beban Maskapai Meningkat

Dian P. · 1 min baca · 29 hari lalu · 45 dibaca
Bisik.id
Harga Avtur Naik 16% di Indonesia, Beban Maskapai Meningkat

Gambar atau konten salah?

Harga avtur di Indonesia terus naik, menurut laporan INACA (Indonesia National Air Carriers Association). Kenaikan ini tercatat mencapai 16% hanya dalam satu bulan.

Ketua Umum INACA, Denon Prawiraatmadja, menegaskan bahwa harga avtur per 01 Mei 2026 telah kembali melonjak. Ia menyatakan bahwa di Bandara Soekarno‑Hatta, harga avtur pada periode 01-31 Mei 2026 mencapai Rp 27.358 per liter, naik 16% dibandingkan periode 01-30 April 2026.

“Harga naik 16% dari periode tanggal 01-30 April 2026 yang sebesar 23.551 per liter,” kata Denon dalam keterangan tertulis pada 05 Mei 2026.

Selain kenaikan avtur, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga melemah. Pada 04 Mei 2026, kurs dolar AS berada di Rp 17.425, naik 2,5% dibandingkan Rp 17.017 pada 01 April 2025.

Denon menilai bahwa konflik geopolitik di Timur Tengah menjadi penyebab utama kedua fenomena tersebut. Ia menegaskan bahwa kenaikan harga avtur membuat industri penerbangan terdampak, khususnya pada kondisi finansial setiap perusahaan, baik maskapai nasional maupun internasional.

“Kondisi finansial maskapai penerbangan yang kembali tertekan dengan adanya kenaikan harga avtur dan kurs US Dollar, sehingga dapat mengganggu konektivitas perhubungan udara, sektor‑sektor terkait penerbangan dan perekonomian nasional,” ujarnya.

Perubahan harga avtur dan melemahnya rupiah menambah beban operasional maskapai. Dampaknya dapat memengaruhi tarif tiket, jadwal penerbangan, dan konektivitas antar kota di Indonesia.

Secara keseluruhan, kenaikan harga avtur dan nilai tukar rupiah menimbulkan risiko bagi stabilitas finansial dan konektivitas penerbangan nasional.

harga avturINACABandara Soekarno-Hattakurs dolarkonflik geopolitik Timur Tengahmaskapai penerbangankonektivitas udara

Komentar

Memuat komentar...