Harga Minyak Dunia Turun, AS Rencanakan Cabut Sanksi Iran
Gambar atau konten salah?
Harga minyak dunia mengalami penurunan pada Jumat, 20 Maret 2026, setelah rencana Amerika Serikat untuk melonggarkan sanksi terhadap minyak Iran. Langkah ini diambil untuk menanggulangi kenaikan harga energi secara global.
Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, menyatakan bahwa kemungkinan sanksi terhadap minyak Iran yang saat ini terjebak di kapal tanker akan segera dicabut. Hal ini juga ditujukan untuk meningkatkan pasokan minyak dengan kemungkinan pelepasan lebih lanjut dari cadangan minyak strategis AS.
Bessent mengungkapkan, "Dalam beberapa hari ke depan, kami mungkin akan mencabut sanksi terhadap minyak Iran yang berada di laut, sekitar 140 juta barel."
Harga minyak berjangka Brent tercatat turun sebesar US$ 1,24 atau 1,1%, menjadi US$ 107,41 per barel pada pukul 0148 GMT. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) juga mengalami penurunan sebesar US$ 1,24 atau 1,3%, menjadi US$ 94,90.
Namun, harga acuan Brent diprediksi akan meningkat lebih dari 4% setelah Iran melakukan serangan terhadap fasilitas minyak dan gas di negara-negara Teluk yang memaksa penghentian produksi. Di sisi lain, WTI diperkirakan akan turun hampir 4%.
Presiden AS, Donald Trump, mengaku telah berkomunikasi dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, untuk tidak melakukan serangan lebih lanjut terhadap infrastruktur energi Iran. "Saya bilang padanya, 'Jangan lakukan itu' dan dia tidak akan melakukannya," ujar Trump kepada wartawan.
Untuk meningkatkan pasokan minyak di AS, produksi minyak mentah di Dakota Utara diharapkan akan meningkat bulan ini dan beberapa bulan ke depan. Hal ini terjadi seiring dengan mulai beroperasinya kembali sumur-sumur yang tidak aktif dan pelonggaran pembatasan musim dingin.
Dengan situasi ini, pasar minyak global akan terus dipantau. Penyesuaian dalam kebijakan AS dan reaksi pasar dapat memengaruhi harga minyak di masa mendatang.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Pajak 0% 50 Tahun untuk Investor PFII
Indonesia Kejar Rp 51.000 Triliun Dana Family Office Global
PFII Ditarget Beroperasi Tahun Ini, PP Masih Digodok
Pemerintah: Belum Ada Rencana Revisi Anggaran Pertahanan
Anggaran MBG Dipangkas, BGN Klaim Tak Lagi Rp 268 T
PHK Naik 32.389, Menkeu: Itu Siklus Wajar
