Harga Minyak Turun 15% Setelah Trump Berhentikan Serangan Iran

Dian P. · 1 min baca · 2 bulan lalu · 36 dibaca
Bisik.id
Harga Minyak Turun 15% Setelah Trump Berhentikan Serangan Iran

Gambar atau konten salah?

Harga minyak turun tajam pada Senin, 23 Maret 2026. Penurunan ini dipicu pengumuman Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menunda serangan ke pembangkit listrik Iran sekaligus menyatakan bahwa pembicaraan sedang berlangsung antara AS dan Iran yang berpotensi mengakhiri konflik.

Menurut data perdagangan, harga minyak dunia turun lebih dari 13% pada hari itu. Harga mentah Brent berjangka jatuh sekitar US$17, atau 15%, ke level US$96 per barel pada pukul 11:08 GMT. Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) AS turun US$13, atau 13,5%, ke level terendah sesi sebesar US$85,28.

Meski terjadi penurunan, harga minyak mentah tetap sepertiga lebih tinggi dibandingkan sebelum Amerika Serikat dan Israel menyerang Iran pada 28 Februari 2026.

Trump mengungkapkan, “Saya senang melaporkan bahwa Amerika Serikat, dan negara Iran, telah melakukan percakapan yang sangat baik dan produktif selama dua hari terakhir mengenai penyelesaian lengkap dan total permusuhan kita di Timur Tengah.”

Ia menambahkan bahwa pembicaraan akan berlanjut sepanjang minggu ini dan telah menginstruksikan Departemen Perang AS untuk menunda semua serangan militer terhadap pembangkit listrik dan infrastruktur energi Iran selama lima hari. “Tergantung pada keberhasilan pertemuan dan diskusi yang sedang berlangsung,” lanjutnya.

Namun belum jelas apakah Iran setuju dengan versi yang disampaikan Trump. Perubahan dramatis ini terjadi hanya dua hari setelah ia mengatakan AS akan membombardir pembangkit listrik Iran jika Teheran tidak membuka kembali Selat Hormuz pada Senin malam.

Penurunan harga minyak menandai dampak langsung dari kebijakan luar negeri AS. Keputusan menunda serangan dapat mengurangi ketegangan di kawasan, namun ketidakpastian masih ada.

Harga minyakDonald TrumpIranBrentWTISelat HormuzTimur Tengah

Komentar

Memuat komentar...