Semeru Letus: Awan Panas 4,5 km Tanpa Dampak Warga

Ningsih R. · 1 min baca · 12 menit lalu · 2 dibaca
Bisik.id
Semeru Letus: Awan Panas 4,5 km Tanpa Dampak Warga

Gambar atau konten salah?

Gunung Semeru di Lumajang kembali mengeluarkan awan panas pada pagi hari 19 Juni 2026. Pada pukul 07:21 WIB, letusan menghasilkan awan panas guguran sejauh 4.500 meter ke arah Besuk Kobokan. Saat ini, status gunung masih berada di level 3 atau siaga.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat kolom letusan mencapai 1.000 meter di atas puncak, atau sekitar 4.676 meter di atas permukaan laut. Kolom abu berwarna putih hingga kelabu, dengan intensitas tebal, condong ke arah utara dan barat laut. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 5 menit 33 detik.

Kepala BPBD Kabupaten Lumajang Isnugroho mengatakan, “Erupsi Gunung Semeru masih belum berdampak ke pemukiman warga karena masih jauh dari pemukiman,” Jumat (19 Juni 2026). Ia menambahkan jarak pemukiman warga sekitar 8 kilometer dari puncak, sehingga letusan 4,5 kilometer belum mencapai pemukiman.

Isnugroho menegaskan, “Erupsi berupa awan panas guguran sejauh 4,5 kilometer tersebut belum mencapai pemukiman warga,” terangnya. Hal ini menegaskan bahwa risiko langsung bagi penduduk masih rendah.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Mukdas Sofian melaporkan, “Gunung Semeru mengalami erupsi dengan meluncurkan awan panas guguran sejauh 4.500 meter,” Jumat (19 Juni 2026). Laporan tersebut mencatat bahwa awan panas bergerak ke arah utara dan barat laut, konsisten dengan data PVMBG.

Meskipun letusan menimbulkan awan panas yang cukup tinggi, jarak antara puncak dan pemukiman membuat dampak langsung minimal. Status level 3 menunjukkan kesiapsiagaan tetap tinggi, namun belum ada peringatan evakuasi.

Gunung SemeruLetusanAwan panasPVMBGKesiapsiagaan Level 3LumajangRisiko rendah

Komentar

Memuat komentar...