Helm Cerdas ITB Tuntun Pendeteksi Kelelahan Motor

Dedi S. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 99 dibaca
Bisik.id
Helm Cerdas ITB Tuntun Pendeteksi Kelelahan Motor

Gambar atau konten salah?

Microsleep masih menjadi penyebab utama kecelakaan motor di Indonesia. Untuk meminimalisir risiko ini, mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) merancang helm sensor berbasis Internet of Things (IoT).

Tim bernama iConic terdiri dari Mahesya Friemay Romadhoni, Muhammad Yasser Saputro, dan Rizky Miftah Alfiah, semua mahasiswa Teknik Industri angkatan 2023. Mereka mengusung inovasi helm cerdas bernama SADAR Helmet.

Helm ini dilengkapi dengan sensor Photoplethysmography (PPG), akselerometer, dan giroskop. Kombinasi multisensor ini memantau kondisi fisiologis serta gerakan kepala pengendara. Sistem ini dapat dipasang pada helm standar SNI tanpa mengubah struktur helm, sehingga mudah diadopsi.

Pengembangan SADAR Helmet memanfaatkan teknologi IoT untuk pemantauan dan komunikasi data. Sensor PPG membaca detak jantung dan Heart Rate Variability (HRV), sementara akselerometer dan giroskop mendeteksi pola gerakan kepala. Tim juga mengintegrasikan machine learning dan sensor fusion untuk mengklasifikasikan kondisi kantuk pengendara.

“Prosesnya memakan banyak waktu karena kami benar-benar melakukan brainstorming berhari-hari untuk mendapatkan ide SADAR Helmet,” kata Rizky dalam laman ITB dikutip Rabu (03 Juni 2026).

Waktu persiapan menjadi tantangan terbesar. Anggota tim harus menyiapkan karya tulis, membuat rancangan prototipe melalui SolidWorks dan AutoCAD, serta melakukan validasi keamanan berdasarkan jurnal ilmiah yang relevan. Meskipun demikian, kerja keras tersebut membuahkan hasil.

Tim iConic meraih juara 2 pada ajang Smart Safety Competition (SASECOM) 2026 yang diselenggarakan OSH Forum Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro (FKM Undip) pada Kamis (07 Mei 2026).

Ke depannya, iConic berharap SADAR Helmet dapat dikembangkan lebih lanjut melalui integrasi aplikasi mobile, GPS tracking, cloud monitoring, serta analisis berbasis AI untuk meningkatkan akurasi deteksi kantuk. Mereka juga ingin bekerja sama dengan industri helm, sektor otomotif, maupun pemerintah.

“Kami belajar bahwa keberhasilan sebuah inovasi tidak hanya berasal dari ide yang bagus, tetapi juga dari proses riset yang kuat, kerja sama tim, komunikasi yang baik, dan kemampuan memahami permasalahan nyata di masyarakat,” ujar Yasser.

Inovasi ini menunjukkan bahwa kombinasi sensor medis, sensor gerak, dan analitik berbasis machine learning dapat memberikan peringatan preventif melalui getaran, suara, dan notifikasi digital. Dengan pendekatan ini, risiko kecelakaan akibat kantuk di jalan raya dapat dikurangi secara signifikan.

SADAR HelmetIoTSensor PPGMachine LearningKantuk PengendaraSmart Safety CompetitionDeteksi Kantuk

Komentar

Memuat komentar...