Honda Rugi 2,6 Miliar Dollar, EV Berhenti di Tahun 2026

Dian P. · 2 min baca · 19 hari lalu · 48 dibaca
Bisik.id
Honda Rugi 2,6 Miliar Dollar, EV Berhenti di Tahun 2026

Gambar atau konten salah?

Honda, produsen kendaraan asal Jepang, mencatat kerugian tahunan untuk pertama kalinya sejak debutnya di bursa pada 1957. Kerugian ini muncul setelah perusahaan menanggung beban besar akibat strategi kendaraan listrik (EV) yang kini mulai ditarik mundur.

Menurut laporan yang dirilis pada 15 Mei 2026, Honda melaporkan rugi operasional sebesar 414,3 miliar yen atau US$ 2,6 miliar, setara dengan sekitar Rp 46 triliun, pada tahun fiskal yang berakhir Maret 2026. Sebelumnya, pada tahun fiskal sebelumnya, perusahaan masih mencatat laba sebesar 1,2 triliun yen.

Kerugian besar ini dipicu oleh biaya restrukturisasi bisnis mobil listrik yang mencapai lebih dari US$ 9 miliar. Permintaan kendaraan listrik juga tidak sekuat yang diperkirakan perusahaan. Honda mengakui bahwa total kerugian terkait EV bisa mencapai 2,5 triliun yen dalam dua tahun.

Perubahan kebijakan di Amerika Serikat turut menambah tekanan, termasuk penghapusan insentif pajak bagi konsumen AS yang membeli kendaraan listrik dan penerapan tarif. Imbas tekanan tersebut, Honda memutuskan membatalkan sejumlah target ambisius kendaraan listriknya.

CEO Honda, Toshihiro Mibe, mengatakan perusahaan mencabut target agar EV menyumbang 20% penjualan mobil baru pada 2030, sekaligus membatalkan rencana seluruh penjualan mobil Honda menjadi EV atau fuel‑cell pada 2040. Honda juga menghentikan sementara proyek besar senilai US$ 11 miliar di Kanada yang sebelumnya dirancang untuk memproduksi mobil listrik dan baterai. Beberapa model EV yang direncanakan untuk pasar Amerika Utara ikut dibatalkan.

Mibe mengakui kondisi bisnis otomotif Honda sedang berada dalam tekanan besar. “Kami di manajemen menanggapi kerugian ini dengan sangat serius. Kami harus menghentikan kerugian ini dengan secepat mungkin” katanya.

“Ini adalah tonggak suram bagi Honda, tetapi bukan hal yang mengejutkan,” kata Danni Hewson, kepala analisis keuangan di AJ Bell, mengutip dari BBC.

Meski bisnis mobil terpukul, Honda masih didukung oleh penjualan sepeda motor yang kuat, terutama di India dan Brasil. Honda bahkan menargetkan penjualan motor mencapai rekor baru 22,8 juta unit tahun ini.

Ke depan, Honda akan mengalihkan fokus ke mobil hybrid sambil tetap melanjutkan pengembangan teknologi EV secara lebih fleksibel. Perusahaan optimistis bisa kembali mencetak laba pada tahun fiskal berikutnya lewat efisiensi biaya dan kekuatan bisnis motor.

Perubahan strategi ini menandai langkah penting bagi Honda dalam menghadapi dinamika pasar kendaraan listrik dan kebijakan pemerintah. Dengan menyesuaikan target dan memanfaatkan keunggulan motor, perusahaan berharap dapat menstabilkan kinerja keuangan di masa mendatang.

HondaKerugian tahunanKendaraan listrikRestrukturisasiTarget EVPenjualan motorKebijakan AS

Komentar

Memuat komentar...