Ibu Hamil Picky Eater Bisa Sebabkan Anak Susah Makan
Gambar atau konten salah?
Hari kedua acara Frisian Flag 'Temani Langkahmu, Kini dan Nanti' di Surabaya berlangsung lebih ramai dari sebelumnya. Bukan cuma anak-anak yang bisa bermain, orang tua juga kebagian ruang belajar dan saling bertukar cerita soal pengalaman sehari-hari mengurus buah hati.
Salah satu sesi yang paling ditunggu para ibu dan ayah adalah talkshow bertajuk "Optimalkan Kecerdasan Anak dengan Asupan". Acara ini menghadirkan dua pembicara: Dokter Spesialis Anak dr. Nurita Alami, Sp.A, dan Momfluencer Sherly Lembono bersama anaknya, Jason Miles Gamafu.
Menurut dr. Nurita, perjalanan nutrisi seorang anak sebenarnya sudah dimulai sejak ibu masih hamil. Ia menekankan bahwa kebiasaan makan ibu selama kehamilan bisa mempengaruhi pola makan anak kelak. Ibu hamil yang suka pilih-pilih makanan atau sering muntah sampai harus dirawat inap, kata dia, biasanya akan melahirkan anak yang juga picky eater.
"Kalau lagi hamil, usahakan makan semuanya selama tidak alergi. Tapi kalau ibu hamil yang memang pilih-pilih makanan atau muntah sampai rawat inap, biasanya anaknya paling sering picky eater," ujar dr. Nurita di Atrium Tunjungan Plaza 6 Surabaya pada Sabtu, 20 Juni 2026.
Ia menambahkan, tidak ada satu jenis makanan pun yang paling lengkap atau paling unggul. Jadi kuncinya adalah memberi makanan yang bervariasi dengan jumlah yang cukup.
Dr. Nurita lalu menjelaskan tahapan pemberian nutrisi pada anak. Dari usia 0 hingga 6 bulan, asupan terbaik adalah ASI. Kalau ada indikasi medis, baru dokter akan merekomendasikan susu tambahan, entah itu susu formula atau susu tinggi kalori.
Memasuki usia MPASI—yaitu 6 bulan sampai 2 tahun—tantangan mulai muncul. ASI dikurangi sedikit demi sedikit sampai anak bisa sepenuhnya makan. "Perlu challenge sendiri, ya. Jadi pemberian susu, baik ASI atau susu formula atas indikasi medis, dalam perjalanannya akan dikurangi sesuai dengan tren pertumbuhan dan perkembangan anak," jelasnya.
Di usia 2 tahun, harapannya anak sudah bisa makan penuh. Kalau masih perlu tambahan susu, jumlahnya tidak boleh lebih dari 500 ml per hari.
Selain soal makanan, dr. Nurita juga bicara soal kebiasaan sehari-hari. Menurutnya, kunci membesarkan anak supaya baik adalah disiplin, bukan keras. Dan harus disesuaikan dengan usia si anak.
"Dengan usianya dan perkembangannya. Kalau kita mau semuanya seimbang, nutrisi harus oke, lingkungan harus dipersiapkan. Lingkungan yang mendukung tumbuh kembang si kecil, termasuk di dalamnya harus ada cinta dan kasih sayang. Jangan lupa orang tua harus rukun," paparnya.
Ia juga mengingatkan soal imunisasi sebagai bentuk proteksi kesehatan. Lalu aktivitas fisik sebagai stimulasi supaya anak tumbuh dan berkembang optimal. "Yang penting orang tua harus terlibat dalam kegiatan itu. Jadi enggak boleh kita stimulasi sambil kita main HP," tambahnya.
Sementara itu, Sherly Lembono berbagi cerita soal anak-anaknya yang punya selisih usia 4 tahun. Perbedaan antara anak pertama dan kedua terasa di banyak hal: kegiatan, jam tidur, sampai makanan favorit. Tapi satu hal yang selalu ia pastikan adalah kebutuhan gizi tetap terpenuhi.
"Contoh anakku yang pertama lebih suka karbohidrat, tapi tetap harus aku suruh makan protein. Kalau anak kedua, lebih suka buah sama protein, nasi kurang suka. Tapi tetap punya kesamaan, suka makan mi," cerita Sherly.
Untuk mengimbangi, ia selalu menambahkan susu. "Karena di susu itu ada Omega 3&6, DHA, kalsium, zat besi, jadi lebih lengkap."
Anak pertamanya, Jason, kini sudah 6 tahun dan punya banyak kegiatan—mulai dari basket sampai les-lesan. Di sela-sela aktivitas, Sherly tetap membawakan susu. "Waktu jam jemput, kan belum tentu bisa untuk keburu makan, jadi tetap aku bawain susu," ujarnya.
Acara Frisian Flag ini berlangsung selama tiga hari, dari 19 hingga 21 Juni 2026, di Atrium Tunjungan Plaza 6 Surabaya. Berbagai kegiatan yang disiapkan berhasil menarik perhatian pengunjung.
Di hari kedua, suasana makin terasa ceria di setiap station. Ada edukasi bahwa Frisian Flag adalah susu yang menutrisi dan menemani langkah keluarga Indonesia di setiap tahap kehidupan. Juga menumbuhkan semangat untuk melangkah ke hari esok yang lebih baik.
Station 1 bernama Semangat Kebaikan Susu. Di sini pengunjung diajak mengenal proses pembuatan susu Frisian Flag dan manfaat nutrisinya. Anak-anak dan orang tua bisa melihat perjalanan kebaikan susu dari awal sampai akhir.
Station 2 adalah Senangnya Berkreasi. Anak-anak bisa menuangkan kreativitas dan imajinasi. Mereka bisa menempelkan stiker di botol Frisian Flag yang mengandung Omega 3 & 6, tanpa batas waktu.
Di Station 3, Nikmatnya Bereksplorasi, anak-anak bisa bereksplorasi dengan nutrisi susu Frisian Flag. Station ini juga mendukung semangat anak usia sekolah lewat dukungan nutrisi yang mengandung 4x kalsium dan 15x vitamin D.
Terakhir ada Station 4, Semangat Pagi. Ini adalah momen sarapan nikmat dan creamy bersama keluarga. Pengunjung bisa menikmati Frisian Flag Kental Manis sebagai bagian dari rutinitas pagi.
Selain station-station itu, ada juga area bermain Semangat Jelajah. Lalu booth Nikmatnya Eksplorasi dengan permainan virtual interaktif. Ada juga spot untuk menulis pesan buat orang tua di area Pesan Kamu untuk Ibu dan Ayah.
Pengunjung bisa bersantai di Frisian Flag Cafe sambil menikmati kreasi favorit dan produk Frisian Flag. Syaratnya, pembelian minimum Rp25.000.
Acara juga dimeriahkan kids parade, hiburan, dan tari tradisional dari anak-anak Jawa Timur.
Yang menarik dari semua ini: orang tua tidak perlu jadi sempurna. Cukup hadir, terlibat, dan konsisten. Soal nutrisi, kuncinya ada pada variasi dan keseimbangan—bukan pada satu jenis makanan ajaib. Dan soal waktu bersama anak, lebih baik tanpa gawai di tangan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Talkshow Frisian Flag di Surabaya: Optimalkan Kecerdasan Anak
Teka-teki batang korek: pindahkan satu, hasilnya benar
Tren Makan Mentah: Kuman dan Pestisida Mengintai
Hipertensi Diam-Diam Rusak Jantung, Otak, hingga Ginjal
Hotto Gandeng Indro Warkop: Sehat Itu Keharusan, Bukan Ditunda
Mata Tua Kini Banyak Ditemukan pada Usia Lebih Muda
Berita Terbaru
Ibu Hamil Picky Eater Bisa Sebabkan Anak Susah Makan
Talkshow Frisian Flag di Surabaya: Optimalkan Kecerdasan Anak
Regulasi Pemain Muda Super League Dihapus, Diganti Insentif
Relativity Space, Dipimpin Eks CEO Google, Dipilih NASA Bawa Misi ke Mars
Webinar Educativa Bantu Mahasiswa Kuasai Analisis Mediasi dan Moderasi
Produksi Gandum Dunia Diprediksi Turun 3,8 Persen
