Idul Adha: Hindari Berlebih, Jaga Porsi Daging di Rumah

Bambang W. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 63 dibaca
Bisik.id
Idul Adha: Hindari Berlebih, Jaga Porsi Daging di Rumah

Gambar atau konten salah?

Idul Adha menjadi momen di mana rumah-rumah dipenuhi olahan daging. Sate, gulai, rendang, tongseng, dan sajian lainnya sering disajikan hampir sepanjang hari. Namun, dokter spesialis penyakit dalam dan konsultan gastroenterologi‑hepatologi di Mayapada Hospital Jakarta Selatan, dr Aru Ariyanto, SpPD‑KGEH, mengingatkan bahwa pola makan berlebihan dapat memicu gangguan kesehatan.

Menurut dr Aru, perubahan drastis pola makan pada hari raya dapat meningkatkan risiko gangguan metabolik seperti hipertensi, kolesterol tinggi, dan asam urat. “Yang penting jangan berlebih, jangan kemudian mentang‑mentang ini Lebaran Idul Adha, kemudian kita makan daging secara berlebih. Usahakan makan seperti biasa,” katanya, saat ditemui detikcom, Kamis, 21 Mei 2026.

Risiko tersebut perlu diperhatikan terutama bagi orang yang sudah memiliki kondisi tertentu seperti diabetes, hipertensi, atau gangguan metabolik lainnya. Selain jumlah daging, cara pengolahannya juga penting. Ia menyarankan untuk menghindari olahan yang terlalu asin, berminyak, atau berlemak. Makanan dengan santan berlebih atau kandungan lemak tinggi dapat memicu peningkatan kolesterol, asam urat, hingga tekanan darah.

Ia juga menyoroti kebiasaan sebagian orang yang mengonsumsi berbagai olahan daging terus‑terusan sepanjang hari selama Idul Adha. “Masa harian itu dari pagi sampai malam dari sate, gulai, tongseng sampai rendang. Jangan,” ujarnya. Ia menekankan pentingnya menyesuaikan konsumsi daging dengan kondisi tubuh masing-masing, khususnya bagi penderita gagal ginjal atau gangguan metabolik. Konsumsi protein berlebihan dapat memperberat kerja organ tubuh.

Sebagai alternatif yang lebih ringan, dr Aru menyebut olahan seperti sate atau sop bening cenderung lebih baik dibanding makanan dengan kuah santan pekat. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan isi piring saat mengonsumsi daging kurban. “Dalam satu porsi piring itu usahakan keseimbangan atau isi dari piring tersebut yang baik. Di situ ada karbohidrat, di situ ada daging atau protein, di situ ada serat,” jelasnya.

Menurutnya, pola makan seimbang dapat membantu tubuh tetap sehat sekaligus mencegah lonjakan gula darah maupun kolesterol setelah mengonsumsi makanan tinggi lemak dan protein selama Idul Adha. Menjaga proporsi karbohidrat, protein, dan serat di setiap porsi menjadi kunci untuk menghindari efek negatif pada sistem metabolik.

Kesimpulannya, meski Idul Adha menjadi ajang berbagi kebahagiaan melalui hidangan daging, penting bagi setiap keluarga untuk tetap mengontrol porsi dan cara pengolahan. Dengan memperhatikan risiko kesehatan dan memilih alternatif yang lebih ringan, perayaan hari raya dapat dinikmati tanpa menimbulkan dampak negatif bagi tubuh.

Idul Adhadagingpola makangangguan metabolikkolesterolporsi seimbangalternatif makanan ringan

Komentar

Memuat komentar...