IHSG Pagi Ini Berbalik Melemah Setelah Sempat Menguat
Gambar atau konten salah?
Jakarta – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi perdagangan pagi ini menunjukkan arah yang tidak menentu. Setelah sempat menguat di awal pembukaan, bursa saham domestik justru berbalik melemah.
Berdasarkan data perdagangan RTI pada Rabu, 14 Oktober 2026, IHSG memulai hari dengan berada di zona hijau pada level 5.940,67. Indeks sempat melanjutkan penguatannya hingga menyentuh level tertinggi di angka 5.952,93. Namun, momentum tersebut tidak bertahan lama.
Tak berselang lama, IHSG justru terperosok kembali ke zona merah. Hingga pukul 09.05 WIB, posisi indeks turun 0,82 poin atau melemah 0,01% secara harian. Level terendah yang sempat disentuh pada perdagangan pagi ini adalah 5.917,47.
Dari sisi aktivitas transaksi, volume perdagangan pagi ini tercatat mencapai 3,06 miliar saham dengan nilai perputaran uang sebesar Rp 491,95 miliar. Adapun frekuensi perdagangan baru sekitar 86.904 kali transaksi.
Menariknya, jumlah saham yang menguat masih lebih banyak dibandingkan yang melemah. Sebanyak 256 saham tercatat berada di zona hijau, sementara 222 saham lainnya mengalami pelemahan. Sisanya, 216 saham, tidak bergerak atau stagnan.
Kondisi ini memperpanjang tren negatif IHSG dalam beberapa periode terakhir. Sepanjang tahun berjalan atau year-to-date, indeks telah melemah cukup dalam, yakni 31,44%. Sementara jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu atau year-on-year, pelemahannya tercatat 25,31%.
Pelemahan yang cukup signifikan tersebut menunjukkan bahwa tekanan jual masih mendominasi pasar modal Indonesia. Meski demikian, masih ada sejumlah saham yang mampu bertahan di zona positif, menandakan bahwa pelaku pasar tetap selektif dalam memilih portofolionya. Kondisi ini juga menjadi perhatian bagi investor yang tengah memantau arah pergerakan indeks ke depan, terutama di tengah ketidakpastian yang masih menyelimuti pasar.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
BEI Tetapkan 19 Saham Baru dalam Kategori HSC
MSCI Putuskan Tinjauan Indeks November 2026, Indonesia Masih Emerging Market
IHSG Menguat 0,29% ke 5.943, BBCA Topang Kenaikan
IHSG Jeblok ke Bawah 6.000, Anjlok 31,91% Sepanjang 2026
Dolar AS Dekati Rp 18.000, Rupiah Melemah 0,31%
JAWA Terima Sanksi Karhutla, Manajemen Pastikan Produksi Tetap Normal
Berita Terbaru
Subsidi Elpiji Tembus Rp100 Triliun Akibat ICP Naik
Pertamina Minta Warga Tak Timbun BBM Bersubsidi di Bali
Pertamina Tambah Pasokan BBM di Bali, SPBU 24 Jam
BEI Tetapkan 19 Saham Baru dalam Kategori HSC
MSCI Putuskan Tinjauan Indeks November 2026, Indonesia Masih Emerging Market
IHSG Menguat 0,29% ke 5.943, BBCA Topang Kenaikan
