Indonesia dan Rusia Perkuat Kerjasama Energi di Moskow

Dani L. · 3 min baca · 3 bulan lalu · 67 dibaca
Bisik.id
Indonesia dan Rusia Perkuat Kerjasama Energi di Moskow

Gambar atau konten salah?

12 April 2026 malam, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menempuh perjalanan ke Moskow bersamaan dengan Presiden Prabowo Subianto. Agenda kunjungan ini menitikberatkan pada diplomasi energi, dengan tujuan memperluas kerja sama bilateral yang saling menguntungkan bagi kedua negara.

Dwi Anggia, juru bicara Kementerian ESDM, menegaskan bahwa kehadiran Menteri ESDM dalam kunjungan tersebut mencerminkan peran penting sektor energi dalam mendukung kepentingan nasional di tengah dinamika global.

“Kunjungan kerja ini merupakan lanjutan kemitraan antara kedua negara, dalam hal ini bagi Indonesia adalah untuk ketahanan energi nasional dalam jangka panjang,” ujar Dwi Anggia dalam keterangan tertulis, 13 April 2026.

Dwi Anggia menilai bahwa momentum pertemuan ini membuka ruang untuk memperluas peluang kolaborasi yang lebih konkret ke depan. Kementerian ESDM memandang kunjungan ini sebagai langkah strategis dalam memperkuat kerja sama energi lintas negara, guna mendukung ketahanan energi nasional yang berkelanjutan di tengah ketidakpastian global.

Presiden Prabowo dijadwalkan melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Rusia Vladimir Putin setibanya di Moskow. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyatakan bahwa salah satu agenda utama yang dibahas adalah kelanjutan kerja sama energi, termasuk upaya memastikan stabilitas pasokan energi nasional, khususnya minyak.

“Melanjutkan kerja sama dengan pemerintah Rusia dan memastikan pasokan energi nasional yang stabil, termasuk ketersediaan minyak,” kata Teddy.

Ia menambahkan, pembahasan ini menjadi relevan di tengah dinamika geopolitik dan perubahan lanskap energi global yang mempengaruhi keseimbangan pasokan dan permintaan energi.

Selain kerja sama energi, kedua kepala negara juga akan bertukar pandangan terkait perkembangan geopolitik global. Indonesia akan menegaskan posisinya dalam menjaga stabilitas dan perdamaian dunia, sekaligus memperkuat kemitraan strategis dengan negara mitra.

Presiden Prabowo bersama rombongan terbatas lepas landas dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, sekitar pukul 23.10 WIB menggunakan pesawat Garuda Indonesia. Selain Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, turut pula mendampingi dalam kunjungan ini antara lain Menteri Luar Negeri Sugiono serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Perjalanan menuju Moskow ditempuh selama kurang lebih 12 jam penerbangan nonstop, dengan perkiraan tiba pada Senin pagi waktu setempat. Setibanya di Moskow, Presiden Prabowo dijadwalkan langsung melakukan pertemuan empat mata dengan Presiden Vladimir Putin pada siang hari.

Selama kunjungan, Bahlil pernah menyampaikan bahwa ada opsi beli minyak dari Rusia pada 17 March 2026. Pada saat itu, Bahlil bilang pemerintah membuka peluang impor minyak selain dari negara Timur Tengah dan Amerika Serikat (AS). Salah satu negara yang dibidik adalah Rusia.

“Semua negara ada kemungkinan. Yang penting bagi kita sekarang adalah bagaimana barang ada, yang kedua harganya kompetitif. Itu yang paling penting,” ujar Bahlil saat ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, 17 March 2026.

Saat dikonfirmasi lagi, soal kepastian Rusia masih menjadi salah satu opsi selain Amerika Serikat, Bahlil menegaskan tidak menutup kemungkinan tersebut.

“Ya kenapa tidak? Woh Amerika aja sekarang sudah membuka untuk Rusia kok,” kata Bahlil.

Perjalanan ini menandai upaya Indonesia memperkuat posisi di arena energi global. Dengan menimbang opsi impor dari berbagai negara, pemerintah berusaha menjaga pasokan yang stabil dan harga yang kompetitif. Kunjungan ini juga menegaskan komitmen Indonesia untuk menjalin kerja sama energi yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat hubungan strategis dengan Rusia dalam konteks dinamika geopolitik yang terus berubah.

Menteri EnergiKunjungan ke MoskowPrabowo SubiantoRusiaMinyakKetahanan EnergiGeopolitik

Komentar

Memuat komentar...