Indonesia Siap Luncurkan Bensin Campur Etanol 20% (E20)

Sinta R. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 55 dibaca
Bisik.id
Indonesia Siap Luncurkan Bensin Campur Etanol 20% (E20)

Gambar atau konten salah?

Indonesia sedang mempersiapkan pengembangan bensin campuran etanol 20% (E20) sebagai bagian dari strategi mencapai swasembada energi. Langkah ini diambil di tengah ketidakpastian pasokan minyak akibat konflik di kawasan Timur Tengah.

Menurut Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, negara ini mencontoh Brasil yang sudah berhasil menciptakan E27. E20 akan menggunakan bahan baku dari jagung, ubi, hingga tebu, semua tumbuh di tanah Indonesia. “Yang ketiga mimpi kita E20. Apa itu E20? Etanol campuran bensin 20%. Dari mana? Jagung, ubi, dan tebu. Semua bisa tumbuh di Indonesia. Artinya ke depan bagaimana kita mandiri energi, mandiri pangan,”

Di konferensi pers di Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (30 Maret 2026), Amran menegaskan ketersediaan tanaman pendukung. Ia juga menyoroti molase sebagai bahan baku melimpah, dengan ekspor mencapai 1 juta ton. “Bahan baku kita yang kita ekspor, itu ada 1 juta ton. Itu molase, tetes. Ini bisa dijadikan dan bisa dengan etanol 100 ribu,”

Pengembangan E20 mendapat dukungan dari Kementerian Pertanian, termasuk koordinasi dengan BUMN Pangan. Amran menambahkan bahwa pencapaian swasembada energi akan memperkuat posisi Indonesia di tengah gejolak geopolitik global. “Ini ada hikmah. Kondisi geopolitik yang memanas itu ada hikmahnya bagi Indonesia. Kalau ini mandiri pangan, mandiri energi, Indonesia sangat kuat ke depan. Ditambah hilirisasi mineral lainnya seperti nikel, bauksit, dan lain-lain. Kita bisa menjadi pemain utama di dunia, khususnya pangan dan energi,”

Jika program ini berjalan konsisten selama 10 tahun, Amran menjamin Indonesia dapat mencapai kemandirian energi. Saat ditanya apakah E20 dapat menggantikan BBM Pertalite dan Pertamax, ia mengiyakan. “Ya, itu menggantikan (Pertalite dan Pertamax). Itu belum mobil listrik, tapi itu & Departemen lain, Kementerian lain,”

Amran juga menyinggung pencapaian Indonesia dalam menghentikan impor solar, sejalan dengan pengembangan BBM campur sawit B50. “Janji Bapak Presiden bahwa kita menyetop impor solar digantikan oleh biofuel sawit B50, itu 5,3 juta ton. Itu tahun ini kita tidak impor dan itu selesai,”

Inisiatif ini menandai langkah strategis Indonesia menuju ketergantungan energi yang lebih rendah, sekaligus membuka peluang bagi industri biofuel lokal dan pengembangan hilirisasi mineral.

E20etanolswasembada energimolasebiofuelindustri biofuelgeopolitikkemandirian energi

Komentar

Memuat komentar...