Indonesia Uji Biodiesel B50 di Kereta Api, Siap 2026

Wahyu T. · 3 min baca · 1 bulan lalu · 60 dibaca
Bisik.id
Indonesia Uji Biodiesel B50 di Kereta Api, Siap 2026

Gambar atau konten salah?

Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang menguji penerapan bahan bakar biodiesel B50. Pada Senin, 27 April 2024, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memulai uji coba perdana penggunaan B50 di moda transportasi kereta api. Uji coba berlangsung di Stasiun Lempuyangan, Yogyakarta.

BBM biodiesel B50 merupakan campuran 50 % bahan bakar nabati (BBN) dari minyak sawit dan 50 % bahan bakar fosil jenis solar. Rencana penggunaan bahan bakar ini akan diterapkan secara nasional mulai 1 Juli 2026.

“Pada hari ini kita bisa sampaikan bahwa telah jelas penggunaan B50 ini memang akan dimulai sejak 1 Juli 2026. Yang perlu diketahui, pelaksanaan uji B50 sendiri sudah dilakukan sejak tahun lalu,” kata Eniya Listiani Dewi, Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, di kawasan Stasiun Lempuyangan, Yogyakarta.

Eniya menjelaskan bahwa sektor perkeretaapian menjadi salah satu fokus uji coba B50 karena kereta api merupakan moda transportasi massal dengan konsumsi bahan bakar yang cukup besar. Dengan demikian, uji coba di sektor ini akan menjadi percobaan terakhir penggunaan B50 di berbagai sektor.

Ia menambahkan bahwa uji coba pada sektor perkeretaapian ini merupakan bagian dari rangkaian uji pelaksanaan yang dimulai sejak 9 Desember 2023. “Sejak 9 Desember kita sudah mulai seluruh rangkaian uji pelaksanaan di otomotif, pertambangan, alat pertanian, perkapalan, genset, dan terakhir ini uji di perkeretaapian,” jelasnya.

Uji coba B50 dilakukan dalam dua skema. Skema pertama adalah uji coba ketahanan dinamis pada genset. Untuk pengujian genset, uji coba dilakukan pada kereta api relasi Jakarta-Yogyakarta dengan waktu pengujian 2.400 jam. Skema kedua adalah uji coba penggunaan B50 pada lokomotif kereta. Uji coba ini dilakukan pada relasi Jakarta-Surabaya selama 6 bulan.

Eniya menambahkan, “Di Surabaya-Jakarta itu untuk lokomotif selama 6 bulan. Jadi nanti terakhir untuk uji perkeretaapian ini di Oktober 2026. Kita melaksanakan uji di kondisi yang sesungguhnya untuk melihat hasilnya seperti apa,” terangnya.

Menurut Eniya, program B50 merupakan hasil pengembangan panjang selama lebih dari 15 tahun dan menjadi yang pertama di dunia. “Tentu saja program B50 ini sudah mempunyai sejarah yang panjang sejak 15 tahun yang lalu. Kali ini kita membuktikan di dunia bahwa B50 itu hanya ada di Indonesia. Kita saat ini capaiannya sudah nomor 1 di dunia,” tegasnya.

Ia juga menegaskan bahwa Indonesia merupakan negara pertama di dunia yang berencana menerapkan B50. “Saat ini banyak negara yang berbondong-bondong datang ke kita untuk mengetahui bagaimana menjalankan B50. Karena memang rujukannya belum ada selain di Indonesia,” ujar Eniya.

Jadi kita harapkan nanti KAI juga melaporkan secara detail bagaimana hasil filternya, kapan harus diganti, dan seterusnya,” sambungnya. PT KAI (Persero) akan menjadi pihak yang melaporkan detail hasil uji.

Lebih lanjut, ia mengatakan implementasi B50 secara nasional akan tertuang dalam Peraturan Menteri (Permen) ESDM, yang rencananya akan diterbitkan sebelum Juli 2026.

Jadi kita melihatnya bahwa uji‑uji ini semua dilakukan secara terbuka, dan nanti juga berlakukan untuk semua sektor. Jadi tidak ada yang satu misalnya masih B40, yang satu lalu B50, itu tidak ada. Semua serentak B50, karena infrastruktur yang kita punya juga lebih mudah untuk kita menerapkan satu formula,” tegas Eniya.

Uji coba B50 ini menandai langkah penting Indonesia dalam transisi energi. Dengan kombinasi 50 % bahan bakar nabati dan 50 % solar, negara ini menempatkan diri sebagai pelopor dalam penggunaan biodiesel dengan komposisi tinggi. Implementasi nasional yang direncanakan pada 1 Juli 2026 menunjukkan komitmen pemerintah untuk memperluas penggunaan bahan bakar ramah lingkungan di semua sektor transportasi, termasuk kereta api, otomotif, pertambangan, dan perkapalan. Negara ini juga membuka peluang bagi negara lain untuk belajar dari pengalaman uniknya dalam mengembangkan dan menerapkan biodiesel B50 secara luas.

biodiesel B50kereta apiIndonesiaESDMtransisi energibiomassa sawit

Komentar

Memuat komentar...