Inflasi Terus Melonjak, Uang Tabungan Makin Tergerus
Gambar atau konten salah?
Jakarta - Apakah kamu merasa uang bulananmu cepat habis meski pengeluaran sama saja? Ini bisa jadi karena nilai uangmu tergerus oleh inflasi. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjelaskan bahwa inflasi menyebabkan harga barang-barang meningkat, sehingga nilai mata uang yang kita miliki perlahan menurun.
OJK menyatakan, "Harga naik, uang yang sama jadi 'kurang nendang'. Jika uang disimpan tanpa strategi, nilainya bisa tergerus dari waktu ke waktu." Dalam sebuah ilustrasi, jika kamu menabung Rp 1 juta dengan tingkat inflasi 5% per tahun, maka setahun kemudian nilainya hanya sekitar Rp 950.000.
Untuk menghindari tergerusnya nilai uang, investasi menjadi salah satu solusi yang cerdas. Jika Rp 1 juta diinvestasikan dalam instrumen yang memberikan imbal hasil 7%, nilainya bisa meningkat menjadi Rp 1.070.000. "Artinya, uang tidak hanya bertahan, tetapi juga memiliki peluang untuk tumbuh," tambah OJK.
OJK menyebutkan beberapa alasan mengapa investasi penting dalam melawan inflasi:
- Nilai uang bisa tumbuh karena beberapa instrumen investasi memiliki potensi imbal hasil di atas inflasi.
- Investasi membantu mencapai berbagai tujuan keuangan, mulai dari dana liburan, pendidikan, hingga pensiun.
Meski investasi penting, OJK mengingatkan masyarakat untuk tidak hanya mengikuti tren atau Fear of Missing Out (FOMO). Investasi bukanlah perlombaan, sehingga harus disesuaikan dengan kebutuhan pribadi. "Kenali dulu profil risikomu. Jangan mudah terpengaruh atau tergoda pada keuntungan instan," tegas OJK.
Sebelum berinvestasi, penting untuk menerapkan prinsip 2L (Legal dan Logis). Pastikan produk dan lembaganya terdaftar serta diawasi oleh OJK, mengingat modus investasi yang tidak sah semakin kreatif.
Investasi bukan hanya tentang menabung, tetapi tentang cara mengelola uang secara bijak untuk masa depan. Dengan strategi yang tepat, kamu bisa menjaga nilai uangmu dan mempersiapkan kebutuhan keuangan dengan lebih baik.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
MSCI Tetap Klasifikasikan Indonesia sebagai Emerging Market
10 Ruas Tol Baru Sumatera-Jawa Siap Operasi Desember 2026
Robi Junipa Jadi Direktur Baru PT BSP di RUPS Tahun 2025
MBG Tetap Berjalan, Pemerintah Tegaskan Komitmen
Diskon 30% Tiket KAI Mulai 20 Juni, 755.305 Tempat Tersisa
Diskon 30% KAI: 1,174,624 Tempat Duduk Tersedia 20–5 Juli
Berita Terbaru
BMKG Rilis Prakiraan Cuaca Jawa Timur 20 Juni 2026
Bendungan Cidadap Jebol, Petani Kebonpedes Tanpa Air Panen
Jadwal Sholat Jawa Timur 20 Juni 2026: 8 Waktu Fardu
Peraturan 7/2026 Batasi Alih Daya di Enam Bidang Pekerja Untuk
Koperasi Desa Lengkong Gencar Budidaya Cabai Merah Tanjung
Banjar Menari Dimulai di Badung, 62 Guru Seni Dipilih
Tulungagung Terbatas UHC, Capaian 84,5% Perlu Peningkatan
Chivu Diperpanjang Kontrak Inter Sampai 2028, Raih Scudetto
Pasar Beringkit Kembali Ayam Jago, Siap Pembukaan Baru
SPMB 2026/2027: Jalur Zonasi Jadi Pilihan Utama di Makassar
