Iran Buka Hormuz untuk China, Rusia, India, Irak, Pakistan

Endah K. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 81 dibaca
Bisik.id
Iran Buka Hormuz untuk China, Rusia, India, Irak, Pakistan

Gambar atau konten salah?

Iran baru saja mengumumkan kebijakan baru yang memungkinkan kapal dari beberapa negara tertentu melintasi Selat Hormuz. Menurut pengumuman ini, kapal hanya diperbolehkan lewat bila berasal dari negara yang dianggap bersahabat. Lima negara tersebut adalah China, Rusia, India, Irak, dan Pakistan.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan hal ini melalui akun media sosial X milik Konsulat Jenderal Iran di Mumbai. Ia menyatakan, “Kami mengizinkan pelayaran melalui Selat Hormuz bagi negara-negara sahabat termasuk China, Rusia, India, Irak, dan Pakistan.” Pernyataan ini dipublikasikan pada 26 Maret 2026.

Keputusan ini muncul setelah Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyerukan agar Selat Hormuz dibuka kembali. Dalam unggahan di X, Guterres menyoroti bahwa penutupan berkepanjangan Selat Hormuz telah menghambat pasokan minyak, gas, dan pupuk pada saat musim tanam global sedang penting.

Di tengah lonjakan harga energi dunia, banyak negara menerapkan kebijakan untuk menekan konsumsi bahan bakar. Kebijakan tersebut meliputi kerja dari rumah (WFH) dan pembatasan penggunaan AC. Indonesia, misalnya, sedang menggodok kebijakan WFH satu hari dalam seminggu.

Di sisi lain, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menerima tugas dari Presiden Prabowo Subianto untuk mencari minyak mentah dari berbagai negara. Hal ini karena Iran belum membuka Selat Hormuz bagi Indonesia. Ia menyatakan, “Atas dasar itu bahwa Presiden semalam memerintahkan kepada saya dan tim untuk segera mencari pasokan‑pasokan minyak kita dari hampir semua negara. Kemudian mengoptimalkan semua energi yang ada pada kita.” Pernyataan ini diucapkan saat sidak di SPBU Colomadu, Jawa Tengah, pada 26 Maret 2026.

Bahlil menegaskan bahwa ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) saat ini aman. Ia berkata, “Dalam berbagai kesempatan sekalipun dalam kondisi yang memang hampir semua dunia kena tetapi kita bersyukur kepada Allah atas perintah Bapak Presiden dan dukungan rakyat hari ini BBM di negara kita tercinta baik daripada bensin, solar maupun LPG terpenuhi dengan baik.”

Ia juga mengajak masyarakat untuk menggunakan energi secara bijak. “Saya memohon dukungan dari semua rakyat Indonesia. Masalah ini tidak hanya masalah pemerintah tapi masalah kita semua. Saya memohon, menyarankan agar ayo kita harus memakai energi dengan bijak. Dengan bijak yang tidak perlu saya sarankan jangan,” ujarnya.

Sementara itu, negara tetangga Indonesia kini menghadapi krisis energi. Video di media sosial menampilkan warga Filipina yang harus berjalan kaki untuk pergi ke tempat kerja. Pemerintah Filipina di bawah Presiden Ferdinand Marcos Jr. menetapkan status darurat energi nasional setelah ancaman serius terhadap pasokan bahan bakar domestik. Kebijakan tersebut diambil melalui perintah eksekutif guna menjaga ketahanan energi di tengah terganggunya rantai pasok global.

Di Australia, ratusan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dilaporkan kehabisan stok. Sekitar 420 SPBU setidaknya kehabisan stok satu jenis BBM. Pemerintah Australia menyiapkan langkah lanjutan melalui rapat darurat kabinet nasional.

Keputusan Iran membuka jalur bagi kapal negara sahabat menandai perubahan signifikan dalam dinamika geopolitik di Teluk. Sementara itu, upaya pemerintah Indonesia untuk memastikan pasokan BBM tetap stabil menunjukkan ketergantungan pada kebijakan energi global. Krisis energi di Filipina dan Australia menyoroti betapa rapuhnya rantai pasok global, mempertegas pentingnya diversifikasi sumber energi dan kebijakan pengelolaan energi yang bijak di seluruh dunia.

Selat HormuzIrannegara sahabatkrisis energidiversifikasi sumber energipasokan BBMgeopolitik

Komentar

Memuat komentar...