Jasa Marga Resmikan Struktur Direksi Baru pada RUPST 2025
Gambar atau konten salah?
PT Jasa Marga (Persero) Tbk, operator jalan tol utama di Indonesia, mengumumkan perubahan susunan dewan direksi pada RUPST Tahun Buku 2025 yang berlangsung pada 20 Mei 2025.
Dalam rapat tersebut, perusahaan menunjuk Rivan A. Purwantono sebagai Direktur Utama dan Andry Tanudjaja sebagai Wakil Direktur Utama. Selanjutnya, Reza Febriano diangkat menjadi Direktur Bisnis. Penunjukan lainnya meliputi Yoga Tri Anggoro sebagai Direktur Human Capital dan Transformasi, Pramitha Wulanjani sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko, Yaya Ruhiya sebagai Direktur Layanan, Fitri Wiyanti sebagai Direktur Operasi, dan Ari Respati sebagai Direktur Pengembangan Usaha.
Jasa Marga juga membuat unggahan di akun Instagram resminya pada 20 Mei 2026. Dalam posting tersebut, "Segenap Keluarga Besar Jasa Marga Group mengucapkan, selamat bertugas kepada jajaran Direksi Jasa Marga Group," tulis perusahaan. Selanjutnya, "Semoga senantiasa diberikan kelancaran dalam mengemban amanah, menghadirkan kepemimpinan yang membawa dampak positif bagi pertumbuhan perusahaan, serta menginspirasi seluruh Roadster Jasa Marga untuk terus bertumbuh dan berinovasi," sambung Persero.
Dewan Komisaris
- Komisaris Utama: Juri Ardiantoro
- Komisaris: Syamsul Bachri Yusuf
- Komisaris: M Asrorun Ni'am Sholeh
- Komisaris Independen: Tedi Kurniawan
- Komisaris Independen: Nachrowi Ramli
- Komisaris Independen: Rudi Antariksawan
- Komisaris: Nurul Ghufron
Dewan Direksi
- Direktur Utama: Rivan A. Purwantono
- Wakil Direktur Utama: Andry Tanudjaja
- Direktur Bisnis: Reza Febriano
- Direktur Human Capital dan Transformasi: Yoga Tri Anggoro
- Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko: Pramitha Wulanjani
- Direktur Layanan: Yaya Ruhiya
- Direktur Operasi: Fitri Wiyanti
- Direktur Pengembangan Usaha: Ari Respati
Perubahan ini menandai langkah baru bagi Jasa Marga dalam memperkuat kepemimpinan dan mengarahkan perusahaan menuju pertumbuhan yang berkelanjutan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Pajak 0% 50 Tahun untuk Investor PFII
Indonesia Kejar Rp 51.000 Triliun Dana Family Office Global
PFII Ditarget Beroperasi Tahun Ini, PP Masih Digodok
Pemerintah: Belum Ada Rencana Revisi Anggaran Pertahanan
Anggaran MBG Dipangkas, BGN Klaim Tak Lagi Rp 268 T
PHK Naik 32.389, Menkeu: Itu Siklus Wajar
