Jeroan Idul Adha: Bahaya Kolesterol & Asam Urat, Saat Moderasi

Lia N. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 65 dibaca
Bisik.id
Jeroan Idul Adha: Bahaya Kolesterol & Asam Urat, Saat Moderasi

Gambar atau konten salah?

Idul Adha datang, dan banyak orang memilih jeroan sebagai hidangan utama. Sate hati, gulai babat, dan paru goreng menjadi favorit di meja makan. Namun, ada yang menganggap jeroan lebih berbahaya dibanding daging biasa karena dikaitkan dengan peningkatan kolesterol dan asam urat.

Dr. Aru Ariadno, SpPD‑KGEH, konsultan gastroenterologi‑hepatologi di Mayapada Hospital Jakarta Selatan, menanggapi klaim tersebut. Ia menjelaskan bahwa bagian hewan yang paling berisiko meningkatkan kolesterol dan asam urat memang berasal dari jeroan.

“Kalau dari hewan itu ya, yang paling banyak meningkatkan kolesterol dan asam urat itu adalah bagian jeroan,” ujarnya.

Dr. Aru juga menegaskan bahwa daging biasa tidak otomatis berbahaya bila dikonsumsi dalam jumlah wajar. “Tapi kalau dagingnya sendiri sih tidak terlalu banyak meningkatkan kolesterol maupun asam urat, meskipun bisa meningkatkan kolesterol dan asam urat,” jelasnya.

Menurutnya, masalah muncul ketika jeroan dan daging dikonsumsi secara berlebihan, terutama saat Idul Adha ketika pola makan berubah drastis. “Konsepnya tadi saya bilang makannya, pada waktu Lebaran Haji atau Lebaran Idul Adha ini, kita makan seperti biasa, jangan berlebih,” tambahnya.

Sebuah riset yang dipublikasikan dalam jurnal Annals of the Rheumatic Diseases mengonfirmasi hal itu. Studi tersebut menemukan bahwa konsumsi makanan tinggi purin, terutama dari sumber hewani, dapat meningkatkan risiko serangan gout berulang hingga hampir lima kali lipat. Peneliti secara khusus memasukkan organ meats atau jeroan ke dalam kelompok makanan tinggi purin yang dianalisis.

Dr. Aru menjelaskan bahwa konsumsi jeroan berlebihan dapat memicu gangguan metabolik purin, yang berujung pada peningkatan kadar asam urat dalam darah. “Konsumsi jeroan yang berlebih itu akan menyebabkan gangguan terutama peningkatan asam urat,” katanya.

Di sebagian orang, kondisi tersebut dapat berkembang menjadi artritis gout atau penyakit asam urat yang menimbulkan nyeri dan pembengkakan pada sendi. “Akibatnya terjadi gangguan peningkatan asam urat di dalam tubuh yang menyebabkan gangguan. Mulai dari artritis gout, batu saluran ginjal karena batu urat, dan gangguan‑gangguan artritis yang lain,” ujarnya.

Karena itu, dr. Aru mengingatkan masyarakat untuk tetap memperhatikan porsi makan serta menyesuaikannya dengan kondisi kesehatan masing-masing, terutama bagi yang memiliki riwayat kolesterol tinggi, hipertensi, atau asam urat. 21 Mei 2026.

Secara singkat, jeroan memang mengandung purin tinggi yang dapat memicu peningkatan asam urat jika dikonsumsi berlebihan. Namun, daging biasa tidak secara otomatis menambah risiko kolesterol atau asam urat asalkan dimakan dalam batas wajar. Kuncinya adalah moderasi, terutama saat perayaan Idul Adha, dan menyesuaikan pola makan dengan kondisi kesehatan pribadi.

Idul AdhaJeroanKolesterolAsam UratGoutPurinKonsumsi BerlebihanModerasi

Komentar

Memuat komentar...