Jonatan Christie Tersingkir di Babak 32 Besar Japan Open

Ani R. · 2 min baca · 3 menit lalu · 2 dibaca
Bisik.id
Jonatan Christie Tersingkir di Babak 32 Besar Japan Open

Gambar atau konten salah?

Jonatan Christie harus menghentikan langkahnya lebih awal di turnamen Japan Open 2026. Pemain yang akrab disapa Jojo itu tersingkir di babak 32 besar, Selasa (14 Juli 2026).

Pertandingan berlangsung di hari pertama turnamen. Lawan yang dihadapi adalah pemain asal Thailand, Panitchapon Teeraratsakul. Hasilnya, Jonatan kalah dua gim langsung dengan skor 16-21 dan 14-21.

Kekalahan ini cukup mengejutkan. Sebab, pada pertemuan sebelumnya di Indonesia Open bulan Juni lalu, Jonatan berhasil mengalahkan pemain ranking 18 dunia tersebut.

Usai pertandingan, Jonatan mengungkapkan satu faktor utama yang mengganggu permainannya. Bukan lawan, melainkan kondisi shuttlecock yang berbeda drastis dari perkiraannya.

"Pertama kondisi shuttlecock-nya cukup berbeda dari kemarin saya tes lapangan. Hari ini jauh lebih kencang, jauh lebih cepat juga lajunya," kata Jonatan dalam keterangan resmi melalui PBSI.

Perubahan ini memaksanya mengubah strategi di tengah pertandingan. Tapi adaptasi itu datang terlambat.

"Jadi tadi juga sebenarnya sedikit berubah cara mainnya, pola strateginya. Tapi ya tadi masih kurang bisa mengatasi perubahan cara bermainnya itu," jelasnya.

Jonatan mengakui dirinya lambat bereaksi. Masalah ini paling terasa di gim kedua.

"Bisa dibilang juga saya terlambat bereaksi dan beradaptasi terutama di gim kedua. Sempat ambil beberapa poin beruntun tapi sudah terlalu jauh beda jaraknya, cukup sulit untuk mengejar," ungkap peraih medali emas Asian Games 2018 tersebut.

Faktor lain yang membuat Jonatan kesulitan adalah permainan Teeraratsakul yang lebih agresif. Dibanding pertemuan terakhir mereka, pemain Thailand itu tampil lebih menekan.

"Hari ini Panitchapon juga bermain lebih agresif. Sebenarnya main dia mirip-mirip saat kemarin bertemu di Indonesia Open. Tapi di sini dengan kondisi bola yang seperti tadi membuat dia lebih nyaman bermain dengan karakter dia yang lebih menyerang," ujar juara All England 2024 ini.

Kekalahan ini membuat Indonesia kehilangan satu wakil tunggal putra lebih awal di turnamen level Super 750 tersebut. Dua pemain lainnya masih bertahan: Alwi Farhan dan Moh. Zaki Ubaidillah.

Alwi Farhan dijadwalkan bertanding melawan Kenta Nishimoto dari Jepang pada pukul 17.20 sore.

Jonatan Christie bukan satu-satunya pemain yang kesulitan dengan kondisi shuttlecock di turnamen ini. Perubahan kecepatan bola sering menjadi tantangan tersendiri bagi pemain bulutangkis, terutama di turnamen level tinggi seperti Japan Open. Adaptasi cepat terhadap kondisi lapangan dan perlengkapan menjadi faktor penentu yang tak kalah penting dari kesiapan fisik dan taktik.

Jonatan ChristieJapan Open 2026tersingkirbabak 32 besarshuttlecockadaptasikekalahan

Komentar

Memuat komentar...